Pemkab Muna Gelontorkan 250 Juta Pertahun Untuk Peningkatan Kualitas PGRI

574
LM Rusman Emba saat berpose dengan putra-putri terbaik Muna usai upacara HUT PGRI Muna di Alun Alun Kota Raha.

MUNA, LENTERASULTRA.COM-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muna tak perlu risau lagi. Organisasi guru dibawa komando Haswa ini, tak akan lagi kesulitan mencari suntikan dana dalam pengembangan kelembagaan. Dihari ulang tahunnya yang diperingati setiap 25 Desember, ada kado istimewa yang diberikan pemerintah setempat. Melalui kebijakan Bupati Muna LM Rusman Emba, digelontorkan anggaran Rp 250 juta pertahunnya untuk organisasi tersebut. Tujuannya, peningkatan kualitas PGRI.

Ploting anggaran itu, telah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2019. Itu artinya, anggaran pengembangan kelembagaan bakal ter-APBD-kan. Dengan demikian, PGRI tak perlu memikirkan lagi, iuran ke depannya. “Penganggaran ini, dalam rangka peningkatan kualitas guru. Ini sudah masuk di KUA-PPAS. Insya Allah, 2019, sudah dianggarkan,” aku Bupati Muna LM Rusman Emba usai menutup acara puncak HUT PGRI di Alun-Alun Kota Raha, Senin (26/11).

Rusman menjelaskan, salah satu indikator kesejahteraan adalah pemberdayaan guru-guru. Pasalnya, Guru merupakan teladan. Makanya, untuk memajukan pembangunan didaerah otoritanya, peran guru sangat diperlukan. Sebab, daerah maju, berkat ada kerja sama serta sumbangsih pemikiran setiap lembaga.

“Semoga semangat kita tetap jaga dalam mengabdi. Kita kerja ikhlas, saya percaya dan yakin, bisa menjadikan Muna semakin pandai dan terdidik. Muaranya, tercipta kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kebahagiaan guru adalah kebahagiaan kita semua,” tandas Suami Yanti Setiawati ini.

Sementara itu, Ketua PGRI Muna, Haswa S. Pd, M. Pd mengapresiasi pemerintah. Dengan dana ini, nantinya bisa menjamin kapasitas guru di Muna melalui pengembangan organisasi. Tak hanya itu, penguatan konsolidasi pengurus.

“Dana ini bersifat hibah untuk dimaksimalkan penguatan kelembagaan. Selain itu, bisa menunjang kegiatan organisasi, sosialisasi pengurus hingga tingkat nasional. Semua dimaksimalkan kembali. “Kami belum syukur dengan bantuan ini. Karena selama ini, kami andalkan iuran swadaya teman-teman guru,” ucap Haswa.

Untuk itu, lanjut Haswa, dana tersebut bisa memotivasi dalam memperjuangkan aspirasi para guru-guru. “Sekali lagi, ucapan terima kasih tak terhingga. Semoga terealisasi secapatnya. Ini merupakan kado terindah dalam rangka memperjuangkan hak-hak guru di Muna,” pungkasnya. (ery)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU