Hari Pertama Kerja, 10 Persen ASN Kendari Belum Berkantor

610
PNS Pemkot Kendari dalam sebuah apel. Hari ini, Senin (2/1), di hari pertama berkantor, usai tahun baru, 90 persen diklaim sudah hadir

LENTERASULTRA.com-Imbauan Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) agar tak ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menambah libur tahun baru, ternyata belum sepenuhnya dilaksanakan pegawai di lingkup Pemkot Kendari. Masih ada 10 persen yang memilih tak hadir di hari pertama berkantor, 2 Januari 2018.

“Tapi alasan mereka sakit dan cuti,” kata Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Dr Alamsyah Lotunani siang tadi usai mendapatkan laporan dari seluruh SKPD di Kota Kendari. “Nggak tahu yah. Mungkin mereka terlalu lama di pantai. Akhirnya sakit dan tidak bisa masuk kantor,” imbuh Sekot, sambil tertawa.

Kata Alamsyah, laporan kehadiran ASN diterima dari masing OPD dan SKPD serta dari kelurahan. Pagi tadi, dirinya memimpin apel pagi di Kantor Walikota Kendari, sekaligus memastikan kehadiran ASN. Sementara itu, untuk masing-masing SKPD dan Keluruahan, dia sudah menugaskan kepala SKPD dan OPD serta lurah untuk memaatikan dan melaporkan kehadiran seluruh pagawai.

Related Posts

“Alhamdulillah 90 persen hadir. Itu awal yang baik meski masih ada sekitar 10 persen yang tidak masuk bekerja hari ini. Kita terima laporannya, ada yang izin cuti dan ada juga yang sakit,” paparnya.

Berdasarkan pantauan lentetasultra.com, pagi tadi, hanya terparkir mobil dinas Wakil Wali Kota Kendari dan Sekot. Namun tak nampak mobil dinas Wali Kota. Saat ditanya soal Wali Kota Adriatma Dwi Putra (ADP), Alamayah mengatakan, Walikota ADP sempat hadir pagi tadi namun hanya sebentar saja di kantor.

“Namanya kepala daerah banyak urusan di luar. Jadi saya sendiri yang pimpin apel pagi tadi. Saya inikan sebagai pembina pegawai. Jadi itu sudah menjadi tugas saya,” cetusnya.

Ketua KONI Kota Kendari itu, menyadari betul bahwa sudah menjadi tugasnya dipemerintahan bagaimana menfasilitasi kesejahteran masyarakat dan mengarahkan birokrasi. “Kalau masalah di lapangan, pembangunan dan masyarakat lebih dominan Pa Walikota (red ADP). Jadi beliau lebih banyak di luar. Kalau yang mengurusi pegawai itu sudah jadi tugas saya,” tandas Alamayah. (isma)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU