Mentan Amran Sulaiman : Polda Sultra Top, Gerak Cepat Tangani Banjir

7
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Wakapolda Sultra, Brigjen Gidion dan Wagub Sultra Hugua meninjau lokasi banjir di bantaran Sungai Wanggu Kota Kendari

KENDARI, LENTERASULTRA.COM — Bencana banjir yang melanda Kota Kendari mendapat perhatian dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Mentan bahkan berkunjung langsung ke Kota Kendari untuk meninjau lokasi banjir. Saat berada di Kota Lulo, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) dalam membantu penanganan korban banjir di Kota Kendari.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di bantaran Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Selasa (12/5/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, Mentan melihat langsung personel Polri yang terjun ke lapangan membantu evakuasi warga serta mendirikan tenda pengungsian bagi masyarakat terdampak. Kehadiran aparat kepolisian dinilai sangat membantu dalam penanganan awal bencana.

Di hadapan Wakapolda Sultra, Brigadir Jenderal Gidion Arif Setyawan, Amran menyampaikan rasa salut atas respons cepat jajaran Polda Sultra dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir. “Bhayangkara top! Pak Kapolri, ini Polda Sultra luar biasa, gerak cepat bantu rakyat dan bahkan memberikan bingkisan,” ujar Amran kepada awak media di lokasi.

Diketahui, Amran Sulaiman datang langsung dari Jakarta untuk meninjau kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari dan sekitarnya. Selain mengunjungi bantaran Sungai Wanggu, ia juga meninjau area persawahan milik petani yang terdampak banjir di Desa Mohalo, Kecamatan Konda.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus melihat secara langsung dampak banjir terhadap sektor pertanian. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan terendam, yang berpotensi mempengaruhi hasil panen petani setempat.

Usai melakukan peninjauan, Mentan RI berjanji akan memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak, khususnya petani yang mengalami kerugian akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Sulawesi Tenggara. (Ril/Adhi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU