Gulung Tikar, PT BMR di Kabaena Gali Kembali Pipa Air Bantuan

431
Begini penampakan bahu jalan di Jalur Pising-SIkeli di Kabaena, Bombana. Tanah terlihat tak rata karena bekas galian sedalam satu meteran oleh alat berat, tanpa dilakukan penimbunan memadai dan dipadatkan. FOTO :Pj KADES MAPILA

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-PT Bumi Makmur Resource (BMR), sebuah perusahaan yang berniat membangun smelter di Pulau Kabaena, Bombana, Sulawesi Tenggara dikabarkan gulung tikar. Tanpa sempat berproduksi, perusahaan ini bahkan mulai mengemasi semua asetnya untuk kemudian pergi termasuk yang di dalam tanah. Pipa air yang mereka pasang sebagai bantuan untuk warga dan melintasi dua desa di Kecamatan Kabaena Utara, digali dan diambil kembali.

Pj Kepala Desa Mapila, Andi Pattawari menyesalkan tindakan tersebut karena pada akhirnya malah merusak jalan di jalur Pising-Sikeli yang sudah diperbaiki. Galian yang ditinggalkan, tak ditimbun dengan padat sehingga berpotensi besar disapu air dan meninggalkan kubangan baru. “Rusak lagi jalanan, kami tidak pusing mereka ambil kembali pipanya, tapi jangan kasih rusak jalan,” sesal Andi Pattawari.

Pj Kades yang sudah bertugas bertahun-tahun di desa itu menjelaskan, pipa milik PT BMR itu ditaksir berukuran 6 inci, dengan panjang dua kilometer lebih. Rangkaian pipa itu dimulai dari sungai yang menuju Desa Larolano di Kabaena Utara ke jalan Poros Pising terus masuk ke Desa Wumbulasa sampai ke dalam perusahaan. Belakangan, proyek itu gagal dan tidak pernah mengalirkan air gara-gara ada problem komunikasi dengan warga desa lain.

“Sebenarnya, lebih baik mereka tinggalkan saja pipa-pipa itu, karena bisa dimanfaatkan warga nanti. Tapi okelah, itu mungkin hak perusahaan. Tapi yang kami sesalkan, kenapa penggalian yang mereka lakukan, justru merusak jalanan. Sudah berulang kali saya minta pihak perusahan padatkan, tapi diabaikan. Alasannya mau konsultasi ke Jakarta dulu,” kesal Pattawari. Penggalian dilakukan menggunakan alat berat, dengan kedalaman sampai 1 meteran.

Related Posts

ASR : Berkarya Dulu Baru Bicara

Selama 2025, 39 Kilogram Sabu Masuk Sultra

Akibat penggalian itu, kerusakan muncul di bahu jalan akibat pemadatannya kurang bagus dan berpotensi jadi kubangan baru. Pattawari tidak peduli mau diapakan pipa-pipa tersebut apalagi mungkin berpotensi jadi duit untuk dijual kembali. Mantan Pj Kepala Desa Tirongkotua ini hanya khawatir di sepanjang penggalian tersebut menimbulkan masalah baru nantinya. “Rusak lagi itu jalan-jalan semua. Padahal sudah dikerja oleh PU Bombana,” kesal Pattawari.

Sayangnya, ketika lenterasultra.com mencoba mengonfimasi masalah ini ke seseorang bernama Rizal, yang diklaim sebagai manajer ekternal BMR, pesan yang dikirim media ini hanya dibaca, tapi tak direspon. Pesan tersampaikan 8 menit setelah dikirim, tapi hanya muncul informasi bahwa pesan sudah dibaca.

 

BMR Gulung Tikar

Kabar mengenai bangkrutnya BMR ini sudah lama terdengar. Perusahaan smelter yang masuk tahun 2020 tersebut, diawal-awal membangun kawasan pabrik lumayan banyak merekrut karyawan. Entah kenapa, sampai 2025, justru makin sepi dari aktivitas hingga benar-benar dikabarkan segera tutup. Pemkab Bombana sudah sempat menggelar pertemuan dengan direksi perusahaan ini guna meminta kejelasan.

“Tanggal 2 Desember nanti, akan ada rapat bersama Pemda Bombana dengan pihak BMR berkaitan dengan hibah tanah dan bangunan milik BMR ke pemerintah,” kata seorang pejabat utama di Pemda Bombana. Katanya, perwakilan BMR dari Jakarta bakal hadir membahas ini.(red)

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU