Wakil Menteri Perdagangan ke Pasar Baruga, Cek Harga Bawang dan Cabai

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Kawasan perkulakan Pasar Baruga, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mendadak ramai dan heboh, Rabu (8/10) pagi. Tiga perempuan anggun dan hebat, dikawal banyak orang, datang ke pasar itu. Mereka adalah Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya ditemani Anggota DPD RI asal Sultra, Wa Ode Rabiah Al Adawiyah serta Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Sasaran mereka adalah lapak-lapak penjual berbagai kebutuhan dapur.
Histeria pedagang dan juga pengunjung pasar tak terelakan ketika melihat tiga wanita hebat itu berjalan menyusuri beberapa kios pedagang. Perhatian utama tentu saja tertuju pada sosok Wamendag, yang karena tugasnya mengharuskannya berinteraksi dengan para pedagang, mendengar keluhan dan informasi soal harga. Dyah Roro menggunakan setelan putih bersih dengan senyum hangat menyalami para pelaku usaha Pasar Baruga serta memantau kondisi fisik pasar.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag berkunjung di tiga titik lapak jualan. Salah satu lapak milik Nurlina. Kepada sang pedagang, anggota DPR RI periode 2019-2024 itu menanyakan soal harga Cabai yang ternyata harganya sudah turun di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. “Sebelumnya, pernah sampai Rp70 ribu sekilo Bu,” aku Nurlina.
Saat dicek soal harga bawang merah dan bawang putih, sang pedagang mengaku relatif stabil di angka Rp40 ribuan per kilogram. Mendengar penuturan para pedagang, politisi Partai Gerindra ini sangat apresiatif. “Harga-harga di Kendari relatif terkendali. Ini tanda distribusi pangan berjalan baik dan tidak ada gejolak di pasar,” puji Wamendag RI itu.
Dalam kesempatan itu, Dyah menyampaikan bahwa kunjungannya tidak hanya untuk memastikan kestabilan harga menjelang akhir tahun, tetapi juga untuk melihat kesiapan pasar rakyat beradaptasi dengan era digital. “Kami ingin pasar tradisional mampu bertransformasi menuju go digital, baik dalam sistem pembayaran maupun pemasaran, agar pedagang bisa memperluas jangkauan dan meningkatkan daya saing,” ujarnya di sela kunjungan.

Sayangnya, waktu kunjungan Dyah Roro relatif singkat, sehingga beberapa pedagang yang berkeinginan dialog dengannya, tak kesampaian. Rahmatia misalnya, ingin menyampaikan ke Wamen agar infrastruktur pasar, seperti drainase agar wajah pasar tidak terlihat kumuh. “Saya juga ingin sampaikan ke Bu Wamen soal beras Bulog yang hanya salurkan ke distributor lalu mengambil keuntungan dari pedagang yang menjual ke masyarakat. Harusnya langsung saja ke pedagang, biar lebih murah,” kata pedagang beras itu.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pasar tradisional di daerah. “Alhamdulillah, harga kebutuhan pokok di Kota Kendari stabil, tidak ada lonjakan berarti. Ini menunjukkan inflasi masih terkendali, dan ke depan kita juga berupaya menekan potensi deflasi,” ucapnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Kendari, Asnar, menambahkan bahwa kunjungan berlangsung secara natural tanpa protokoler, dengan suasana pasar yang padat aktivitas. “Ibu Wamendag berinteraksi langsung dengan pedagang, menanyakan kondisi harga dan pasokan. Beliau juga sempat membeli cabai dua kilogram sebagai bentuk dukungan kepada pedagang lokal,” katanya.
Usai meninjau Pasar Baruga, rombongan Wamendag melanjutkan kunjungan ke Sekolah Garuda di Kabupaten Konawe Selatan untuk meninjau program lanjutan di bidang perdagangan dan pemberdayaan masyarakat. Tak hanya Pasar Baruga, rombongan Wamen didampingi Rabiah dijadwalkan juga berkunjung ke pasar lainnya yaitu Pasar Guali di Muna, pengrajin tenun di Desa Wamelai, Pasar Laino, dan ke UMKM di Muna.(*)
Penulis :Roni/Annisa
