PT Antam Utus 50 Pemuda Konut Ikut Pelatihan Operator Alat Barat di Butta Patturioloang

GOWA, LENTERASULTRA.COM- PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara (Konut) terus memberikan kontribusi di wilayah konsesinya. Kali ini perusahaan pertambangan pelat merah ini meluncurkan program pelatihan operator alat berat yang dipusatkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peserta yang diikutkan sebanyak 50 orang. Mereka bukan hanya laki-laki namun ada juga perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Konut.
Pelatihan operator alat berat ini merupakan komiten PT Antam Tbk Konut dalam global Sustainable Development Goals (SDGs). Pelatihan ini dibuka oleh Fachrul Mujahid, CSR & ER Manager UBPN Konawe Utara di aula Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Program ini secara khusus mendukung pencapaian SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 5 (Kesetaraan Gender), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan poin 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur). Keikutsertaan peserta perempuan dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di sektor industri yang traditionally didominasi laki-laki.
Dalam kesempatan terpisah, General Manager UBPN Konawe Utara, Eko Aditya, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan. “Program ini sejalan dengan komitmen Antam dalam mendukung SDGs, khususnya dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan kesetaraan kesempatan bagi semua, termasuk perempuan. Kami percaya keberagaman gender akan memperkuat sektor industri kami,” ujar Eko Aditya.
GM Eko Aditya menambahkan, pelatihan di daerah Butta Patturioloang (julukan atau nama lain dari Kabupaten Gowa) tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka akses pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah ini. “Ini adalah investasi kami untuk membangun masa depan yang berkelanjutan,” sambungnya.
Program pelatihan selama 21 hari ini mencakup pembelajaran teori keselamatan kerja, pengenalan mesin, simulasi digital, dan praktik lapangan menggunakan alat berat standar industri. Seluruh peserta yang lulus akan memperoleh sertifikasi resmi Surat Izin Operator (SIO) yang diakui secara nasional, sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja yang profesional.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pelatihan inklusif yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi ANTAM sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. (Ril)
