Sampah Menumpuk di Masjid Al Alam Kendari

Tumpukan sampah menumpuk dan sudah membusuk di Kompleks Masjid Al Alam. Tumpukan sampah ini merupakan bekas tempat minuman dan makanan yanv dijajakan di dalam kompleks mesjid. Parahnya, meski disiapkan kontainer sampah, rupanya tidak dimanfaatkan karena sampah dibuang diluar bak penampungan sementara. Foto : Adhi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Kebersihan di kompleks Masjid Al Alam Kendari, Sulawesi Tenggara tidak lagi terjaga.  Sampah mulai menghiasi kompleks suci itu. Salah satunya terlihat disalah satu titik jalan melingkar di depan masjid.  Meski tersedia kontainer sampah, limbah kotoran justru berserakan dimana-mana.

Berbagai jenis sampah ditemukan diruas jalan itu. Mulai dari botol plastik, kulit pisang,  styrofoam, kardus, ranting kayu hingga yang paling banyak terlihat gelas plastik yang masih dilengkapi dengan sedotannya. Buangan ini sepertinya bekas tempat minuman dan makanan yang dijajakan di kompleks Masjid Al-Alam.

Sampah ini diduga berasal dari oknum pemilik lapak yang sehari-hari berdagang di tempat itu. Sampah di depan Masjid Al Alam sepertinya sudah lama menumpuk. Sebab, jika melintas di depan tumpukan sampah itu, sudah tercium aroma busuk atau kurang sedap. Namun begitu, ada juga sampah yang baru dibuang. Sebagian sampah  sepertinya sengaja dibakar, karena disekitarnya terlihat sisa-sisa sampah bekas pembakaran.

Tumpukan sampah ini dikeluhkan beberapa warga yang beraktifitas atau berolahraga di Masjid Al Alam. Salah satunya, Harma. Katanya, pengelola Masjid seharusnya memperhatikan keindahan dan kesucian kompleka Masjid Al Alam. Salah satunya mengenai sampah baik yang berasal pengunjung maupun penjual yang sehari-hari mencari rezeki di dalam kompleks Masjid.

“Sebaiknya untuk pengunjung disiapkan tempat sampah disekitar tempat parkiran mobil dan motor. Kalau perlu tiap Sabtu atau Minggu dilakukan kerja bakti. Ini Masjid kan ikon Kota Kendari. Harus dirawat dan dijaga kesucian dan kebersihannya,” kata Harma.

Begitu juga dengan penjual yang mencari nafkah di dalam kompleks Masjid Al Alam. Marsuki, salah satu warga yang kerap berolahraga di tempat itu mengatakan, pedagang dan pengunjung bertanggung jawab menjaga kebersihan disekitar atau disekeliling lapaknya.

Khusus pedagang misalnya, Usai berdagang, wajib membersihkan sampahnya termasuk sisa-sisa atau bekas tempat makan dan minuman yang mereka jual. “Kalau sampahnya sudah terkumpul, harus dibuang didalam kontainer sampah, bukan ditumpuk diluar bak penampungan sementara. Yang terjadi, dalam bak sampah kosong, diluar bak justru menumpuk sampah dan tercecer dimana-mana,” ungkapnya.  (Adhi)

Mesjid al alamsampah berserakansampah menumpuk