Bupati Bombana : Sesama Pejabat Jangan Saling Mendahului

Bupati Bombana, Burhanuddin meneken berita acara pelantikan terhadap Syahrun, sebagai Sekda Bombana, Senin (11/5) lalu. Kala itu, ia berpesan agar para pejabatnya tidak saling mendahului dalam urusan kerja. Jangan suka lapor-lapor. FOTO :DISKOMINFOS BOMBANA

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Bupati Bombana, Burhanuddin rupanya cukup peka terhadap situasi di internal birokrasi yang dipimpinnya saat ini. Ia mengamati ada kecenderungan para pejabatnya itu saling lapor, berebut simpati. Makanya, ia mewanti-wanti agar kebiasaan seperti itu segera dihilangkan. Bombana saat ini butuh suasana kondusif dan harmoni. Semuanya harus berjalan sesuai dengan rel. Sesama pejabat di Pemda Bombana jangan ada saling salip menyalip.

Hal ini diungkapkan Burhanuddin saat memberikan sambutannya usai melantik Syahrun, sebagai Sekretaris Daerah Bombana di aula Tanduale, kantor Bupati Bombana Senin, 11 Mei 2026 lalu. Mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemprov Sultra ini mengatakan harmoni datangnya dari semua pemangku jabatan di Kabupaten Bombana. Mulai dari Forkopimda bersama jajarannya, bupati dan wakil bupati, sekda bersama jajarannya.

“Semuanya harmoni. Artinya diharapkan kita semua mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing, tanpa harus harus saling mendahului. Kalau mau harmoni maka semuanya harus berjalan sesuai dengan rel jangan mau salip menyalip,” katanya. Burhanuddin mencontohkan, saat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) baru saja dilantik, sekretarisnya sudah mulai cari-cari jalan. Cari-cari salah kepala OPDnya. Harapannya nanti, sekretaris bisa Ganti kepala OPD nya.

“Itu tidak benar. Yakinlah bahwa kita ini hidup sama dengan bercermin. Ketika menggali lobang untuk orang lain maka yakin Allah akan memberikan lobang lebih dari pada  satu lobang yang tersedia untuk kita sendiri yang membuat lobang,” sambung Burhanuddin dalam sambutannya.  Olehnya itu, pejabatnya harus punya pengertian. Punya kepercayaan diri bahwa, apa yang diberikan  atau amanah yang dipercayakan, sudah Allah tentukan.

“Ketika amanah atau tugas itu mau pergi, Allah sudah tentukan. Tidak perlu dicari-carikan lobang. Jadi saya ingatkan terutama kepada sekretaris yang belum berapa bulan dilantik dan melapor, pak ini begini, ini mau begini, biarkanlah mereka berbakti menjalankan amanah yang diberikan. Jangan lagi kita bikin bikin lobang,”pesannya.

Mantan Penjabat Bupati Konawe Kepulauan itu mengaku, dirinya selalu mengingat pesan orang tua dan teman-temannya. Katanya, kalau berdoa jangan pelit-pelit mendoakan orang lain. Doakan yang terbaik. Sebab, ketika mendoakan orang lain dengan kebaikan-kebaikan, maka bukan hanya mendoakan diri sendiri karena malaikat-malaikan akan berdoa kepada Allah, agar kebaikan-kebaikan lari kepada diri sendiri yang selalu mendoakan orang lain.

“Paham maksud saya ini?” tanya Burhanuddin dihadapan Forkopimda dan pejabat struktural, fungsional, camat, lurah dan kepala desa yang hadir saat pelantikan Sekda Bombana.  Begitu juga jika mendoakan atau berbuat sesuatu yang menjatuhkan orang lain. Yakinlah, bahwa malaikat akan berdoa agar si pendoa ini mendapat karma dari doa-doa yang jelek dari orang lain.

Begitu juga kepada rekan-rekan DPRD Bombana, harmoni sangat dibutuhkan sebagai satu kesatuan. “Kalau kita katakan Bombana ini ada perbedaaan, itu menjadi suatu pelangi yang indah dipandang mata. Bukan perbedaan dengan warna-warna yang tidak ditau dimana aturannya.  Begitu juga dengan saudara-saudara kepala OPD camat, kades dan lurah. “Salah satu yang membuat harmoni, kita meyakini bahwa kita semua mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, tetapi pada prinsipnya kita semua diujungnya diberi tugas untuk bisa mensejahterakan masyarakat Bombana,” katanya.

Diakhir sambutannya, Burhanuddin kembali mengingatkan dan berharap menjaga harmoni di Bombana. Semua pihak harus bersama-sama satu frekuensi untuk membangun Bombana, mensejahterakan Bombana. Burhanuddin menganalogikan, kepala OPD, instansi fertikal, Forkopimda merupakan Orkestra yang masing-masing melaksanakan tugas dengan baik, pasti akan menjadi satu music dan satu irama yang enak didengar, dan semuanya bisa berjalan dengan baik. Jangan jadikan Bombana ini musik di dapur, ada yang bunyi ke kiri ada yang bunyinya ke kanan. Tidak jelas iramanya.

“Saya menjaga harmoni stabilitas persaudaran sehingga kita menjalankan tugas dengan baik. Kewajiban sebagai pelayan masyarakat,” sambungnya. Burhanuddin mengingatkan kepada kepala desa dan lurah, agar menjadi garda terdepan pemerintah. Berikan pelayan terbaik kepada masarakat. Buktikan bahwa Pemda Bomban masih pro sama Masyarakat.

“Buktikan bahwa kita semua pelayan mereka. Buktikan bahwa kita bisa memberikan rasa aman dan rasa nyaman kepada Masyarakat. Ini pesan saya kepada pejuang, kepada petarung yang biasa berhadapan dengan Masyarakat. Jika ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan, sampaikan kepada kami. Insya Allah kami di kabupaten akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga wibawa kades lurah dan camat,” ungkap Burhanuddin di akhir sambutannya.(adhi)