Gubernur dan Kapolda Sultra Pantau Mudik di Dua Pelabuhan Fery

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) bersama Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko saat memantau arus mudik di Pelabuhan Penyerabangan Fery Amolengo, Konawe Selatan. FOTO :BIDHUMAS POLDA SULTRA

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR) dan Kapolda, Irjen Polisi Didik Agung Widjanarko tak mau hanya mendengar laporan terkait kondisi arus mudik lebaran di lapangan. Kedua petinggi daerah itu memilih turun langsung, memastikan semua hal berjalan lancar dan sesuai prosedur. Tak tanggung-tanggung, dua pelabuhan fery dengan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi jadi sasaran. Pelabuhan Amolengo dan Torobulu di Konawe Selatan.

Pantauan arus mudik oleh kedua pemimpin itu dilakukan Rabu (17/3). Target pertama adalah pelabuhan Amolengo, yang melayani penyeberangan ke Pulau Buton.  Dalam peninjauan tersebut, Gubernur tidak hanya melihat kondisi di lapangan secara umum, tetapi juga mengecek secara detail berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari kesiapan petugas kesehatan, posko pelayanan, hingga pengaturan operasional kapal penyeberangan menjadi perhatiannya. “Aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama dalam pengaturan kapasitas muatan kapal. Jangan hanya mengejar aspek ekonomi,” tegas ASR.

Di sela-sela kunjungan, Gubernur juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para pemudik. Ia mendengarkan pengalaman serta keluhan mereka, sekaligus menyampaikan harapannya agar seluruh pemudik dapat menempuh perjalanan dengan aman dan tiba di kampung halaman dengan selamat.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa arus mudik tahun ini mengalami peningkatan sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra telah menyiapkan program mudik gratis di Amolengo dan Torobulu dengan kuota sekitar 10.000 tiket, sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat.

Meski secara umum arus mudik terpantau lancar, Gubernur mengakui masih adanya keterbatasan sarana transportasi yang berdampak pada antrean penumpang hingga berjam-jam. Kondisi ini, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi ke depan. “Untuk saat ini arus mudik berjalan lancar. Namun keterbatasan armada masih menyebabkan antrean. Ini akan kita evaluasi, dan ke depan jumlah armada akan kita tambah,” tutup ASR.

Gubernur, Kapolda, dan jajaran Forkompinda berfoto bersama di depan pos pelayanan arus mudik di Pelabuhan Amolengo. FOTO :PEMPROV SULTRA

 

Sementara itu, Kapolda Sultra menjelaskan, pantauan mudik itu adalah patroli yang merupakan rangkaian dari Operasi Ketupat Anoa 2026 yang digelar untuk mengamankan momentum arus mudik dan balik Lebaran. Di lapangan, Kapolda bersama rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap arus penumpang, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pendukung di area pelabuhan.

Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan dan pelayanan berjalan optimal, terutama pada masa puncak pergerakan masyarakat. “Pengawasan ini penting untuk memastikan arus mudik tetap lancar serta mengantisipasi potensi kepadatan dan gangguan keamanan di jalur penyeberangan,” ujarnya.

Dengan adanya pemantauan langsung di titik-titik strategis tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik di wilayah Sulawesi Tenggara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga puncak arus balik mendatang. Kapolda ikut didampingi Direktur Lalu Lintas yang juga menjabat sebagai Kasatgas Operasi Ketupat Anoa 2026, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sultra. (red)