Bupati Morowali Hadirkan Ambulans Laut Gratis Bagi Warga Menui Kepulauan

Spped boat dengan kapasitas mesin 200 PK atau paardenkracht merupakan bantuan Bupati Morowali Iksan Baharuddin. Speed boat ini menjadi ambulans laut untuk menjemput warga menui yang sakit di rumahnya dan diantar pulang kembali ke rumah setelah sehat hingga dipakai untuk menjemput warga menui yang meninggal dunia di Kendari atau daerah lain dan dimakamkan di kampung halamannya, Menui Kepulauan. Foto : Adhi

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Kurang lebih 10 ribu jiwa penduduk di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tinggal dan menetap di Kecamatan Menui Kepulauan.  Meski hidup jauh terpisah dari daratan Morowali, warga Pulau Menui ternyata mendapat perhatian serius dari Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf.

Dari pelayanan kesehatan misalnya, Bupati Morowali memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi penduduk yang tinggal di perairan Laut banda di sebelah timur Pulau Sulawesi tersebut. Tidak hanya itu, demi menunjang pelayanan kesehatan di Pulau Menui, Bupati Iksan menghadirkan ambulans. Tidak hanya di darat, di laut juga disiapkan ambulans.

Khusus di laut, Bupati Morowali memberikan ambulans berupa speed boat fiber bagi warga Menui. Speed boat ini tiba di Menui 29 Januari 2025. Ambulans laut ini dilengkapi dua tempat tidur disisi kiri dan kanan, dua kursi di bagian depan serta difasilitasi dua mesin tempel berkapasitas 200 PK. Sejak Bupati Iksan Baharudin dilantik jadi Bupati Morowali, 20 Februari 2025 lalu, speed boat ini menjadi fasilitas pendukung bagi dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan untuk merujuk pasien ke Kota Kendari.

Tidak hanya itu, ambulans laut itu juga digunakan untuk menjemput dan mengantar pulang pasien yang berdomisili di tiga gugusan pulau di wilayah Menui Kepulauan yakni, Padei Darat, Padei Laut dan Samarengga. “Kalau ada warga yang sakit di tiga pulau ini tinggal telepon. Motoris yang bertugas di ambulans laut itu langsung jemput dan dibawah ke puskesmas Ulunambo untuk dirawat. Kalau sudah sehat, pasien ini dipulangkan lagi pakai ambulans laut. Jika butuh perawatan lanjut maka dirujuk di Kendari pakai ambulans laut,” kata Siti Hawa Nado, Kepala UPTD Puskesmas Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan kepada lenterasultra.com, Rabu pagi, 3 Juni 2026.

Ambulans darat Inova Zenix bantuan Bupati Morowali buat antar jemput pasien di daratan Menui Morowali. Foto : Hasnimar, bidan Puskesmas Ulunambo for LS

Untuk biayanya, semua gratis. Pemda Morowali menganggarkan biayanya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Siti Hawa Nado bilang, pemberian fasilitas kesehatan gratis ini merupakan salah satu program Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf. “Nama programnya Jemput Sakit, Pulang Sehat,” sambungnya. Dengan program ini, warga di Menui Kepulauan sangat terbantu dalam mendapatkan akses dan layanan Kesehatan.

Selain di laut, Bupati Morowali juga memberikan tiga unit mobil yang diperuntukan sebagai ambulans. Kendaraan roda empat ini dipakai untuk menjemput pasien di daratan Menui. Penduduk Menui yang sakit dan butuh perawatan dijemput di depan rumahnya, lalu dibawa ke Puskesmas Ulunambo. Jika sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, pasien diantar pulang ke rumahnya. Untuk biayanya, semuanya digratiskan oleh Bupati Iksan. Speed boat atau ambulans laut ini juga difungsikan untuk menjemput warga Menui yang meninggal di Kota Kendari atau dari daerah lain dan memilih dimakamkan di kampung halamannya Menui Kepulauan.

Sitt Hawa Nado bilang, untuk melayani warga Menui yang tinggal di daratan, Bupati Morowali memberikan tiga unit ambulans.  “Ambulans di darat ada tiga. Ambulans pertama jenis Suzuki APV Luxury, kedua daihatsu Luxio dan mobil ambulans ketiga Toyota Innova Zenix. Innova zenix ini yang terbaru. Kami terima April 2025 lalu ,” kata Siti Hawa.

Tenaga kesehatan Puskesmas Ulunambo berfoto bersama diatas ambulans laut sebelum melaksanakan puskesmas keliling di Pulau terjauh Desa Samarengga. Foto : Hasnimar for LS

Baik ambulans laut dan ambulans darat dikelola dan dioperasikan UPTD Puskesmas Ulunambo. Penduduk Menui yang membutuhkan layanan kedua ambulans ini cukup mudah. Warga menghubungi nomor yang sudah disebar di 13 desa dan 1 kelurahan di pulau di Tengah-tengah laut Banda itu. Jika sudah tersambung, motoris ambulans laut dan pengemudi ambulans di darat lalu menjemput pasien dan pendampingnya lalu di bawa ke Puskesmas.

Siti Hawa bilang, saat ini tercatat 102 pegawai yang bertugas di Puskesmas Ulunambo. Mereka terdiri dari 3 dokter umum dan 1 dokter gigi, 32 bidan dan 16 perawat. Sisanya merupakan tenaga Kesehatan gizi, administrasi, 4 motoris ambulans laut dan beragam profesi lainnya. 102 tenaga Kesehatan dan tenaga tehnis inilah yang setiap hari memberikan pelayanan kesehatan kepada kurang lebih 10 ribu penduduk Menui.

Selain mendapat fasilitas operasional Kesehatan dari Bupati Morowali, tenaga Kesehatan yang bertugas di Menui Kepulauan juga mendapatkan tambahan penghasilan pegawai atau TPP. Khusus pegawai Kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ulunambo, TPP tertinggi sekitar 5 sampai 6 juta rupiah diterima setiap bulannya dan terendah antara 1 sampai 2 juta rupiah, tergantung golongan kepangkatan dan jabatannya. “Alhamdulillah ada juga TPP kami dapat setiap bulannya,” ungkap Sitt Hawa.

Penulis : Adhi