KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Bank Sultra tumbuh sangat sehat semenjak dikendalikan Andri Permana Diputra Abubakar sebagai Direktur Utama. Selain modal dan aset yang bertambah, penyaluran kredit juga sangat besar. Bahkan laba yang dibukukan sepanjang tahun 2025 meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Tahun 2025, bank plat merah milik Pemprov dan seluruh kabupaten/kota di Sultra tersebut mencapai angka Rp419 M.
Semua capaian itu dipaparkan Dirut Andri Permana dihadapan Gubernur Sultra dan semua bupati/walikota di Bumi Anoa yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sultra yang digelar Jumat (13/3) di Tower Bank Sultra, di Kendari. “Alhamdulilah, berkat arahan dan pengawasan dari Pak Gubernur, kami di Bank Sultra cukup sehat sejauh ini dengan berbagai angka pertumbuhan yang membanggakan,” ungkap Dirut Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar di depan puluhan jurnalis, seusai RUPS.
Secara detail ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Sultra berhasil mencapai total aset hingga Rp14,8 Triliun atau tumbuh 5,03 persen dari tahun 2024. Ini juga tak lepas dari masuknya Bank Jatim sebagai salah satu pemegang saham dalam skema Kerja Sama Bersama (KSB). “Tadi juga dalam RUPS, perwakilan Bank Jatim hadir dan mendengar paparan kami,” tambah Andri, yang saat menjelaskan ini turut didengarkan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Tak hanya aset yang kini terlihat cukup kuat, dari sisi dana publik yang dihimpun, Bank Sultra juga cukup berhasil. Itu terlihat bahwa sepanjang tahun 2025, total dana yang dihimpun mencapai Rp.10,3 Triliun atau naik 1,85 persen. Andri yakin, di tahun 2026 ini, angka tersebut bisa naik lagi karena masih banyak potensi dana publik yang bisa dihimpun.
“Kami juga mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat soal penyaluran kredit. Sepanjang 2025, total kredit yang tersalur mencapai Rp.9,5 Triliun atau tumbuh 3, 25 persen dibanding tahun 2024 lalu,” katanya. Menurut Andri, tingginya angka penyaluran kredit itu karena masyarakat kian hari, kian percaya pada Bank Sultra dan bisa bersaing dengan bank-bank lain dalam hal kemudahan dan tentu saja bunga yang rendah.
Terkait laba, Andri menceritakan bahwa di depan para pemegang saham, ia mengurai bahwa 2025, Bank Sultra berhasil membukukan angka laba hingga Rp419 Miliar. Jumlah itu lebih besar dari tahun sebelumnya. Berdasarkan jumlah tersebut, RUPS menyepakati deviden dibagi sampai 75 persen, dibanding tahun lalu yang hanya 70 persen. “Jadi, dari laba Rp419 itu, deviden dibayarkan ke semua pemegang saham mencapai Rp314 Miliar. Pemprov Sultra, sebagai pemegang saham pengendali setuju dengan jumlah itu,” tandasnya.(abi)