BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Poleang Raya di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, sejak Senin (8/12) malam sampai Selasa pagi membuat dua desa di wilayah itu dilanda banjir. Pertama di Desa Biru, Kecamatan Poleang Timur dan Desa Lameong-meong di Poleang Barat. Tak ada laporan korban jiwa, tapi kerugian yang ditimbulkan lumayan besar.
Di Desa Biru, laporan yang diterima lenterasultra.com menyebutkan bahwa banjir tersebut membuat 75 karung gabah kering milik warga terendam air dan tak bisa diselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp23 jutaan. “Banjir diduga karena luapan air sungai karena pendangkalan yang terjadi,” kata Hasdin Ratta, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, Selasa (9/12).
Hasdin menjelaskan, laporan adanya banjir di dua desa tersebut diterimanya Selasa pagi. Ia pun segera menurunkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Bombana untuk meninjau lokasi, membantu warga dan membuat laporan kerusakan. Saat ini timnya masih ada di lapangan, dan membantu warga melakukan evakuasi barang-barang berharga.
“Kami juga menerima laporan, di Desa Biru, untuk melancarkan aliran sungai, warga melakukan swadaya untuk menyewa alat berat dan mengeruk material yang menghambat laju aliran sungai. Sudah kami laporkan pula ke pimpinan terkait masalah ini,” tambah mantan Kadis Pemberdayaan Masyarat Desa (PMD) Bombana ini.
Sedangkan di Desa Lameong-meong, eskalasi banjirnya saat ini relative sudah turun. Meski demikian, banjir yang mulai menggenangi berbagai halaman rumah warga termasuk jalan raya, membuat berbagai aktivitas lumpuh. Di Poleang Barat ini, dilaporkan juga ada SD 19 Lameong meong terendam air dgn ketinggian 50 cm dari lantai. “Ada 45 rumah warga terendam termasuk tambak seluas 6 hektar,” jelas birokrat yang selalu cepat merespon jika diminta informasi oleh jurnalis.
Sementara itu, dari lapangan, Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Awang menjelaskan bahwa ia memimpin TRC BPBD Bombana, dan turun ke lokasi sejak pagi tadi. Saat ini, kata dia, banjir sudah mulai surut dan aliran sungai di Desa Biru sudah mulai lancer usai dilakukan pengerukan oleh warga. “Untuk sementara, evaluasi kami dan bakal dilaporkan ke pimpinan, banjir di Desa Biru ini akibat pendangkalan sungai,” kata Awang.(red)