Pemprov Sultra Bangun 100 Lapak UMKM Serta Rehab TPI

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka bersama Martin Effendi Patulak, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara.  Semua ide-ide cemerlang Gubernur ASR, selalu bisa dimaknai dan dilaksanakan dengan baik oleh para birokrat dibawahnya,. FOTO :IST

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Ruang fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) memang tak begitu leluasa. Tapi itu bukan jadi alasan bagi pemerintah dibawah komando Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) untuk tidak melayani berbagai kebutuhan dasar warga Bumi Anoa. Tengoklah misalnya kinerja Dinas Cipta Karya dan Bina Konstruksi. Instansi pimpinan Effendi Patulak itu, banyak pekerjaan fisik yang sudah dan sementara dituntaskan hingga akhir tahun 2025 ini.

Dua diantaranya adalah pembangunan lapak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan rehabilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dua proyek ini sama-sama berada di wilayah Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara. Khusus pembangunan lapak UMKM, memasuki awal Desember 2025 masih terus dikejar penyelesaian pekerjaannya. Tercatat 100 lapak UMKM yang dibangun. Saat ini, dari 100 lapak UMKM itu, sebagian besar diantaranya sudah tuntas dikerjakan.

100 lapak UMKM ini dibangun didalam kawasan eks MTQ Kota Kendari. 50 lapak dibangun berjejer di sisi jalan Abunawas Kota Kendari. Sementara 50 sisanya dibangun berjejer di sisi jalan Tebaununggu. Setiap lapak UMKM berukuran 270 meter x 270 meter persegi.  Konstruksi bangunannya semi permanen. Lantainya dipasangi tegel atau keramik, diempat sisinya dipasangi tiang besi sedangkan atapnya menggunakan spandek. Semua lapak yang dibangun dibuat seragam.

“Pembangunan 100 lapak UMKM ini adalah ide Pak Gubernur, beliau mengingkan kawasan eks MTQ menjadi pusat kuliner. Kita lihat, banyak pelapak yang berjejer di jalan-jalan, makanya kita pusatkan dan kita bangunkan lapak,” kata Martin Effendi Patulak, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara saat ditemui lenterasultra.com, pekan lalu.

100 Unit lapak UMKM dibangun Pemprov Sultra di dalam kawasan Eks MTQ Kendari. Lapak-lapak ini diperuntukan buat para pengusaha kecil bidang kuliner yang memang selalu ada di kawasan itu. Pemprov bertujuan menjadikan kawasan itu lebih tertata. FOTO :IST

 

Martin mengatakan Gubernur ASR memang ingin menata ulang eks MTQ yang selama ini, kawasan tersebut menjadi salah satu ikon baru dan menjadi salah kawasan yang ramai dikunjungi warga, bukan hanya penduduk dari Kota Kendari tapi juga bagi warga luar Kendari dan Sulawesi Tenggara. Martin Effendi mengaku, memasuki awal Desember ini, pekerjaan lapak UMKM itu hampir rampung 100 persen.

Untuk anggarannya, Martin Effendi bilang berasal dari APBD 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,1 Miliar. “Dari 100 lapak yang dibangun sekitar 80-an sudah berdiri. Sisanya sementara tahap perakitan. Kami optimis, sebelum 2025 selesai, proyek ini juga kelar nanti,” kata Martin Effendi saat ditemui di ruang kerjanya.

Terkait bagaimana pelaku UMKM mendapatkan lapak-lapak tersebut, Martin Effendi bilang, pengusaha mikro yang ingin berusaha di dalam lapak tersebut harus mendaftar di Perumda Utama Sultra. Direktur Utama Perumda Sultra Akhmad Rizal mengatakan pihaknya belum membuka secara resmi pendaftaran lapak UMKM. Alasannya, pihaknya masih menunggu penyelesaian pembangunan 100 lapak UMKM.

Selain membangun Lapak UMKM, Pemprov Sultra melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang juga melakukan rehabilitasi terhadap bangunan di areal Tempat Pelelangan IKan (TPI) Kendari. FOTO :IST

 

Namun begitu, Akhmad Rizal mengaku, mengingat lapak UMKM yang dibangun hanya 100, maka dipastikan akan banyak peminat yang akan mendaftar. Olehnya itu, dia berjanji saat proses pendaftaran nanti dia akan melakukan secara selektif dan sangat terbuka di hadapan umum. “Kalau ada pengusaha yang sudah punya ruko, janganmi juga mendaftar di lapak UMKM ini. Ini kan usaha mikro, usaha kecil. Kalau sudah ada rukonya, berarti bukan lagi pengusaha mikro,” kata Akhmad Rizal via ponselnya.

Selain membangun lapak UMKM, Gubernur ASR juga melalui Dinas Cipta Karya juga merevitalisasi TPI Kota Kendari. Semua bangunan yang dinilai sudah rusak di TPI diganti. Gubernur mengingkan TPI Kendari terlihat bersih dan tertata rapi. Revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan dan atap gedung, pagar hingga area parkir dan tempat aktivitas jual beli lainnya juga turut dibenahi. “Sebelum Desember berakhir, revitalisasi TPI yang menjadi program gubernur dipastikan sudah tuntas,” kata Martin Effendi. (adv)