KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Sejak Buton Utara mekar menjadi daerah otonomi, terpisah dari Kabupaten Muna, jalur jalan utama di wilayah itu tak pernah mulus beraspal. Begitupun ruas jalan di jalur Andoolo ke Tinanggea di Konawe Selatan, rusak parah bertahun-tahun. Gubernur Sultra boleh berganti-ganti, tapi jalan-jalan di dua wilayah itu tetap saja tak terurus.
Tapi begitu Andi Sumangeruka (ASR) terpilih dan diangkat jadi Gubernur Sulawesi Tenggara, ia tak butuh waktu terlalu lama untuk dua ruas itu, plus belasan jalan yang memang berstatus milik Pemprov Sultra untuk diselesaikan. Belasan kilometer kini menghitam, teraspal mulus. Semua dikerjakan ASR dalam waktu tak sampai setahun ia menjabat.
Kini jalan lubang dan berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim kemarau sudah tidak ditemukan lagi. Gubernur Sultra ini menyulapnya melalui salah satu programnya yakni, jalan mulus antar wilayah atau Jammaah. Silakan dicek, atau yang paling dekat di Kota Kendari adalah jalur menuju kebun raya, sekarang mengilap oleh ter, hitam karena hotmix.
Kabupaten Konawe Selatan tercatat jadi daerah yang paling banyak diperbaiki Gubernur ASR diawal pemerintahannya. Target perbaikannya, hampir semua jalan yang sudah puluhan tahun tidak pernah dilirik untuk diaspal. Di Konsel, tercatat 6 ruas jalan yang masuk dalam program Jammaah ASR. Yang pertama peningkatan ruas jalan Poli-Polia, Kolaka Timur (Koltim) hingga ke batas wilayah Konawe Selatan (Konsel). Jalan dengan panjang 10,5 kilometer ini kini sudah mulus.
Untuk memperbaiki jalur yang menghubungkan Kabupaten Konsel dan Koltim tersebut, Gubernur ASR melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Binamarga menggelontorkan anggaran melalui APBD 2025 sekitar 30 miliar. Sampai awal Desember ini, progres pekerjaannya sudah 100 persen. “Menurut warga disekitarnya, ruas jalan ini sudah 40 tahun tidak pernah diaspal. Nanti di era ASR jadi gubernur baru teraspal,” kata Nurdin, salah satu pegawai di bagian Binamarga Dinas SDA dan Binamarga Sultra, saat ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.
Kepala Dinas SDA dan Binamarga Sultra, Pahri Yamsul mengatakan jalur jalan lain yang masuk dalam program Jamaah Gubernur ASR di Konsel yakni rehabilitasi jalur Alangga–Tinanggea. Panjangnya 2,1 kilometer. Anggarannya sekitar 5,8 miliar. Selain itu, jalur jalan batas Kota Kendari–Punggaluku juga masuk dalam program Jamaah di periode pertama gubernur ASR. Perbaikan jalan ini tersebar di beberapa titik dengan panjang yang direhab sekitar 2 kilometer. Anggaran yang diporsikan sekitar 5,8 miliar.
Jalur pertigaan Konda menuju bandara Halu Oleo Kendari juga dilirik gubernur ASR untuk diaspal. Panjangnya sekitar 600 meter dengan anggaran perbaikan sekitar Rp1,8 miliar. Ada juga rekonstruksi jalan yang menghubungkan Motaha dan Alangga. Panjang pekerjaannya sekitar 860 meter dengan dana perbaikan sekitar 2,9 miliar. Sedangkan paket pekerjaan jalan yang masih berada di wilayah Konsel adalah proyek jalan Punggaluku – Alangga dengan panjang sekitar 1,1 kilo. Biayanya sekitar 2,8 miliar.
Selain di wilayah daratan, program Jamaah Gubernur ASR juga masuk di Kabupaten Buton Utara. Di salah satu kabupaten di wilayah kepulauan, tercatat tiga paket perbaikan jalan yang dilakukan peningkatan. Ketiga ruas jalan itu yakni, peningkatan Lambale – Ereke sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp2,9 miliar, ruas jalan simpang tiga Bubu Ronta sepanjang 11,8 kilo dengan anggaran Rp33,9 miliar serta jalan Ronta – Lambale dengan panjang 3,6 kilo meter dengan nilai kontrak Rp 10,4 miliar.
Sedangkan dalam wilayah Kota Kendari juga masuk program Jamaah Gubernur ASR. Di wilayah otorita Wali Kota Siska Karina Imran ini, ada tiga ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi dan diperbaiki di zaman ASR. Tiga ruas jalan itu yakni, rehab jalan Brigjen Katamso sepanjang 2,4 kilometer dengan anggaran Rp7,2 miliar.
Lalu ada Jalan Made Sabara sekitar 1 kilometer dengan biaya 2,6 miliar serta jalan Pramuka sepanjang 400 meter dengan anggaran 1,1 miliar. “Paket perbaikan jalan yang masuk dalam program Jamaah di tahun 2025 sebanyak 12 paket. 10 paket diantaranya masuk dalam anggaran APBD regular, 2 proyek jalan lainnya masuk dalam APBD perubahan. Insya Allah, Desember 2025 tuntas semua,” kata Pahri.
Dari 12 paket tersebut, panjang jalan yang dikerjakan sekitar 38 kilometer dengan total anggaran yang diporsikan sekitar 110 miliar rupiah. Seluruh ruas jalan yang diperbaiki atau ditingkatkan menggunakan aspal hotmix AC – WC Aspal Buton Butor Lawele. Lebar jalan rata-rata 4,5 meter. Dengan tambahan perbaikan jalan sepanjang 38 kilometer itu, maka panjang jalan provinsi yang belum mantap tersisa 288 kilometer dari total panjang jalan yang menjadi kewenangan provinsi sekitar 1.076,94 kilometer. “Insya Allah melalui program Jamaah Gubernur, ratusan kilometer jalan yang belum mantap itu akan tuntas,” ungkap Pahri.(adv)