KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Sifat negarawan ditunjukan La Ode Tariala merespon Keputusan DPP Partai NasDem yang mencopot dirinya sebagai Ketua DPRD Sultra. Alih-alih mempertentangkan, atau mungkin berniat melawan, ia malah sudah melakukan satu langkah luar biasa. Kader Partai NasDem tersebut rupanya telah menyampaikan selamat kepada Syahrul Said, koleganya yang bakal menggantikan dirinya di pucuk pimpinan parlemen Sultra.
“Saya sudah telepon Pak Syahrul Said, beliau kawan saya. Sudah saya ucapkan selamat atas amanah barunya. Kan masih kader NasDem juga yang jadi Ketua DPRD Sultra,” kata La Ode Tariala, kepada lenterasultra.com, Kamis (27/11). Baginya, hal semacam ini lumrah dalam politik dan bukan sesuatu yang istimewa.
Ketua DPRD Sultra yang menjabat sejak 25 November 2024 ini menegaskan sikapnya yang sangat menghormati keputusan DPP Partai NasDem terkait pergantian dirinya. Sebagai kader, tugasnya hanyalah mendengarkan dan melaksanakan. “Oh iya (legawa). Kami ini kader partai, dan apapun yang sudah jadi keputusan, harus diterima. Prinsipnya itu, Sami’na Wa’a Ta’na. Dengar, dan laksanakan,” tegas anggota DPRD dari Dapil Muna, Muna Barat dan Buton Utara tersebut.
Sikap legawa inilah yang membuat dirinya sama sekali tidak tertarik merespon berbagai isu terkait alasan pergantian dirinya. Baginya, apa yang diputuskan partai tentu sudah didasari pertimbangan yang benar dan tidak mesti dibahas lagi. Saat ini, fokus dirinya adalah menyelesaikan tugas konstitusinya sebagai Ketua DPRD Sultra, sampai Surat Keputusan (SK) pergantian dirinya dari Kemendagri terbit.
“Saya ambil hikmahnya saja. Sekarang fokus menyelesaikan pembahasan APBD Sultra 2026, ini jauh lebih penting karena menyangkut urusan rakyat. Soal kapan ada pergantian itu diresmikan, itu urusan pemerintah. Saya dilantik dengan SK, jadi mekanisme administrasinya juga harus dipenuhi,” tambahnya. Itulah alasan sehingga La Ode Tariala tak sibuk mengklarifikasi apapun terkait keputusan DPP NasDem.
Tariala mengaku sampai saat ini belum melihat fisik atau diberi soft file terkait SK DPP NasDem tersebut. Tapi baginya itu tidaklah terlalu penting, karena informasi di berbagai media dan pernyataan pengurus DPW Nasdem, sudah cukup baginya menjelaskan peristiwa yang sedang terjadi. Ia tak membutuhkan lagi validasi, karena sudah pasti keputusan itu benar adanya.
Terkait isu adanya beberapa kelompok masyarakat yang membelanya, dan mempersoalkan sikap DPP NasDem, menurut Tariala itu diluar pengetahuannya, karena sejak isu pergantian dirinya beredar, ia belum berdiskusi dengan siapapun apalagi mengonsolidasi masyarakat. “Saya tidak tahu kalau ada suara begitu, karena jujur saja, saya belum pernah membahas masalah ini diluar. Bagi saya, keputusan DPP itu dijalankan, jangan diributkan,” tandasnya.
Untuk diketahui, DPP Partai NasDem pertanggal 20 November sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Ketua DPRD Sultra yang baru, menggantikan SK yang terbit sebelumnya. Dalam SK bernomor nomor 28A-SK/AKD/DPP.NasDem/XI/2025 itu, disebutkan bahwa NasDem menetapkan nama Syahrul Said sebagai Ketua DPRD Sultra, menggantikan La Ode Tariala. SK itu diteken Surya Paloh, Ketua Umum DPP Nasdem dan Sekrtaris Jenderal, Hermawi Taslim.(red)