KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mencopot La Ode Tariala sebagai Ketua DPRD Sulawesi Tenggara dan menetapkan Syahrul Said sebagai penggantinya. Surat Keputusan (SK) terkait itu sudah diteken Surya Paloh sebagai Ketua Umum DPP Nasdem dan Sekrtaris Jenderal, Hermawi Taslim tertanggal 20 November 2025, dengan nomor 28A-SK/AKD/DPP.NasDem/XI/2025.
Lantas apa alasan utama pencopotan tersebut? Sekretaris DPW Partai NasDem Sultra, Muhammad Tahir Lakimi menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi tersebut sejatinya adalah hal lumrah dalam sebuah partai, karena para kader yang mendapatkan penugasan di parlemen, selalu dievaluasi kinerjanya oleh partai. “Berdasarkan evaluasi itulah, tanggal 30 Oktober lalu DPW NasDem mengusulkan pergantian Ketua DPRD dan Ketua Fraksi NasDem di DPRD Sultra,” terang Tahir.
Secara khusus, Tahir menjelaskan mengenai posisi La Ode Tariala yang sejak setahun terakhir jadi Ketua DPRD. Berdasarkan informasi, laporan dari berbagai pihak, Ketua DPRD Sultra saat ini terkesan tidak lepas dari eksekutif. Padahal, NasDem berharap, kepemimpinan dewan itu memperlihatkan kesetaraan. “Kami juga mendapatkan informasi adanya protes dari fraksi-fraksi di DPRD terkait kepemimpinan Ketua DPRD,” tambah Tahir tanpa menjelaskan protes yang dimaksud.
Padahal, sejak dilantik, NasDem berharap agar Ketua DPRD dan Ketua Fraksi DPRD Sultra itu selalu mendengarkan suara rakyat, mengikuti dinamika di sosial media, memberi respon sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat. Inilah yang kemudian menjadi landasan akademik dan politik, NasDem mengambil sikap mengusulkan pergantian terhadap dua kadernya itu.
“Kita berharap, Ketua DPRD Sultra yang baru nanti lebih kuat, setara dengan eksekutif dalam hubungan kerja, lebih produktif dan bisa membawa diri sebagai bagian dari eksekutif, tanpa melupakan identitas sebagai kader partai dan bagian dari rakyat,” papar Tahir Kimi. Ia memastikan, keputusan pergantian itu bukan bagian dari penghakiman terhadap kader tapi semata-mata bagian dari proses regulatif di Partai NasDem.
Terkait kapan SK itu akan disampaikan ke DPRD Sultra, Tahir mengaku akan dilakukan dalam waktu dekat, meski tak perlu terburu-buru. Terpenting, kata Tahir, DPW NasDem sudah menjelaskan kepada publik secara terbuka, mengenai kabar yang sudah tiga hari terakhir beredar mengenai dinamika di DPRD Sultra. “Kita cari dulu hari baik, terpenting ini sudah kami jelaskan duduk persoalamnya,” pungkas orang dekat Ketua DPW NasDem, Ali Mazi itu.(red)