KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Perlahan namun pasti, janji-janji kampanye pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Hugua mulai terlaksana. Kendati baru sembilan bulan menjabat, dan ditengah himpitan efisiensi anggaran, jajaran Pemprov Sultra bisa mengerjakan berbagai hal, termasuk di bidang infrastruktur sumber daya air. Instansi yang mengurusi ini bisa mengerjakan sarana irigasi untuk mendukung pertanian.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemprov Sultra, mengidentifikasi ada setidaknya 152 kilometer jaringan irigasi yang menjadi kewenangan instansi ini yang tersebar di 17 kabupaten/kota, dan perlahan dibangun dan dibenahi kembali agar fungsional. “Sampai saat ini, sudah tuntas 2,5 kilometer,” ungkap Pahri Yamsul, Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Sultra, saat ditemui Kamis (20/11).
Pahri menambahkan, selain sudah tuntas membangun 2,5 kilometer saluran irigasi yang baru hingga memasuki bulan kesepuluh kepemimpinan ASR, Pahri mengaku jika Lembaga yang dipimpinnnya itu juga sudah merehabilitasi beberapa kantor pengamat irigasi dan bangunan siphon atau bangunan penopang sistem irigasi.
Pahri menyebut sepanjang tahun 2025 ini, pihaknya telah melakukan pemeliharaan 152 kilo meter saluran irigasi dan 838 bangunan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Baseball dan Softball Sultra ini merinci, saluran irigasi yang direhab, dibangun dan dirawat tersebar hampir di semua kabupaten dan kota di Sultra.
Diantaranya, perbaikan jalan inspeksi daerah irigasi (DI) Asolu Kecamatan Abuki sepanjang 1,7 kilometer, Pembangunan DI Benua Waerahi Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe sepanjang 167 meter, Pembangunan DI Laea, Kecamatan Laea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sepanjang 60 meter, DI Roraya 3, Kecamatan Palangga, Konsel sepanjang 60 meter dan rehabilitasi kantor perngamat irigasi, DI Laea.
Selain itu, tambah Pahri, ada juga pembangunan DI Tamboli di Kecamatan Samaturu, Kolaka. Rehabilitasi bangunan siphon 1 buah, perkuatan tebing sungai dilokasi yang sama dengan panjang 117 meter. Ada juga operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi di 12 DI tersebar di beberaspa daerah.
Dua diantaranya di Kabupaten Kolaka yakni DI Tamboli dan Oko-Oko, tiga di Konawe yakni DI Asolu, Alosika dan DI Benua Waerahi. Tiga di Konawe Selatan yakni DI Laea, Roraya 1 dan 3, satu di Mubar yakni DI Kambara, dan 3 di Baubua yang tersebar di Kecamatan Bungi meliputi DI Wonco 1, 2 dan 3.
Pahri mengatakan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi di hampir semua daerah di Sultra merupakan bagian dari program gubernur pada sektor agromaritim. Pahri menambahkan, sektor irigasi menjadi faktor terpenting dalam penyediaan air bagi lahan pertanian.
Olehnya itu, Dinas Binamarga dan SDA wajib melakukan peningkatan kualitas, memulihkan kerusakan yang ditemui hingga memastikan seluruh jaringan daerah irigasi tetap berfungsi dengamn baik. “Makanya intens kami lakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan rutin daerah irigasi yang menjadi kewenangan provinsi,” ungkapnya. (adv)