BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Nama Andi Muhammad Khaekal santer dikabarkan telah ditetapkan menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bombana periode 2025-2030. Ucapan selamat dari beberapa koleganya tersebar di berbagai platform media sosial. Anggota DPRD Bombana itu dipilih oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) berdasarkan usulan dari Pimpinan Anak Cabang (DPC) PDIP se Bombana.
“Saya belum menerima kabar resmi terkait itu (Ketua DPC yang baru), belum diumumkan oleh DPP PDIP,” aku Suriadin, Ketua DPC PDIP Bombana saat dihubungi lenterasultra.com, Selasa (18/11). Ia hanya memastikan bahwa nama Andi Muhammad Khaekal memang salah satu dari beberapa nama yang terjaring dari PAC, bersama beberapa nama lainnya dan sudah diajukan ke DPP.
Suriadin menyebut, selain Khaekal ada tujuh nama lain yang ikut dijaring yakni Herlin, Johan Salim, Asri, Jamaluddin, Faisal Sakti, Aswan dan dirinya. Tapi pada akhirnya, hanya tersisa tiga yang mengikuti fit and propertes di DPP. “Hanya Pak Khaekal, Bu Herlin dan Pak Johan yang ikut tahap akhirnya. Soal hasilnya, nanti DPP yang tetapkan dan umumkan sekaligus menyerahkan SK,” tambah lelaki murah senyum ini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDIP Sultra, Agus Sana’a yang dikonfirmasi terkait hal ini, tidak membantah maupun mengakui. Ia hanya memastikan bahwa pengumuman mengenai nama-nama yang ditetapkan menjadi Ketua DPC PDIP di 17 kabupaten/kota di Sultra baru akan diumumkan tanggal 24 November nanti di Kendari dalam kegiatan Konfercab DPC PDIP.
Nantinya, lanjut jurnalis senior ini, DPP akan mengumumkan siapa saja yang jadi Ketua, Sekretaris dan Bendahara di masing-masing kabupaten sekaligus penyusunan komposisi pengurus. Pada hari yang sama juga akan dilakukan pelantikan pengurus DPD PDIP Sultra periode 2025-2030. “Nanti disana (arena Konfercab) baru diumumkan, dan semua akan diketahui,” kata Agus Sana’a.
Ia mengakui bahwa mekanisme di PDIP terkait penetapan pimpinan partai memang tidak melalui pemilihan, tapi lewat penjaringan dari PAC. Nama-nama itulah yang diteruskan ke DPP untuk kemudian diseleksi siapa yang terbaik, dan pantas memimpin PDIP dengan semua variabel kelayakannya dan beberapa pertimbangan.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar ini, Andi Muhammad Khaekal memilih tak berkomentar apapun. “Jangan mi saya komentari kabar itu, sebagai kader saya tunggu saja apapun keputusan DPP,” kata anggota DPRD Bombana itu, singkat.
Untuk diketahui tiga nama yang ikut fit dan propertes di DPP PDIP yakni Andi Muhammad Khaekal, Herlin dan Johan Salim saat ini semuanya duduk sebagai anggota DPRD Bombana. Saat Pemilu 2024 lalu, Khaekal yang maju di Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Rumbia, Rumbia Tengah, Mataoleo dan Masaloka Raya sukses ke parlemen dengan dengan raihan 1541 suara. Begitupun Herlin, ia adalah petahana yang juga dari Dapil 1 dan kini didapuk sebagai Wakil Ketua DPRD.
Sedangkan Johan Salim adalah kader PDIP dari Dapil 4 yang meliputi Rarowatu, Rarowatu Utara, Lantara Jaya dan Matausu. Saat Pemilu 2024 lalu, Wakil Bupati Bombana periode 2017-2022 ini berhasil mengumpulkan 1716 suara. Ia menjadi penyumbang terbesar di internal PDIP yang total mengumpulkan 2426 suara. Dari beberapa edisi Pemilu, barulah tahun 2024, PDIP bisa punya kursi dari Dapil ini.(red)