KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Janji Andi Sumangerukka (ASR) untuk terus membenahi dan meningkatkan pelayanan kesehatan di era kepemimpinanya mulai direalisasikan. Salah satu yang dipersembahkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) ini adalah menghadirkan alat kesehatan berupa Magnetic Resonance Imaging atau MRI di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas.
Alat pendeteksi penyakit menggunakan medan magnet dan gelombang radio ini sudah terpasang di rumah sakit pelat merah tersebut sejak Oktober lalu. Guna memastikan alat tersebut fungsional, Gubernur ASR meninjau langsung keberadaan MRI di RSUD Bahteramas, akhir Oktober lalu. Selama kurang lebih sebulan tiba di RSUD Bahteramas, fasilitas MRI ini sudah digunakan untuk mendiagnosa penyakit pasien yang berobat di rumah sakit Bahteramas.
Pelaksana tugas atau Plt Direktur RSUD Bahteramas dr Muhammad Saiful bilang, fasilitas MRI di rumah sakit yang dipimpinnya sudah bertahun-tahun direncanakan untuk didatangkan. Namun alat canggih untuk mendeteksi penyakit jaringan lunak ini, baru tiba dan dieksekusi di era Gubernur Sultra saat ini, Andi Sumangerukka.
Dokter spesilias Onkologi ini menambahkan untuk mendatangkan alat MRI ini harus memenuhi berbagai persyaratan sesuai standar dan aturan yang ditetapkan. Di Sulawesi Tenggara, fasilitas MRI baru rumah sakit Bahteramas yang memilikinya. Karena menjadi satu-satunya alat pendeteksi penyakit menggunakan gelombang radio dan magnetic di Sultra, fasilitas MRI menjadi alat canggih di Bumi Anoa. Namun jika dibandingkan dengan daerah lain seperti di Rumah Sakit Wahidin, Sulawesi Selatan, MRI bukan barang baru, karena sudah puluhan tahun dimiliki dan dioperasikan.
Menurut dokter Saiful, RS Bahteramas sebenarnya sudah bisa mendatangkan fasilitas MRI sejak bertahun-tahun yang lalu. Namun itu urung dilakukan karena terkendala berbagai hal. Diantaranya, sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit yang kurang bahkan belum memahami atau punya wawasan dengan alat MRI ini. “Selain itu, juga SDM kita minim pengalaman. Padahal kita punya kemampuan,” kata dokter yang sudah belasan tahun berkarir di berbagai puskesmas di Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 17 November 2025.
Nah, begitu Gubernur Sultra Andi Sumengerukka memberikan amanah dan kepercayaan sebagai orang nomor satu di RS Bahteramas, fasilitas MRI ini menjadi prioritas dokter Saiful. Seiring dengan pengangkatannya sebagai Direktur RS Bahteramas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)juga memberikan bantuan berupa fasilitas gratis MRI untuk dioperasikan di RS Bahteramas. “Jadi MRI di rumah sakit Bahteramas ini merupakan bantuan dari Kemenkes melalui dana alokasi khusus (DAK),” sambungnya.
Dokter sub spesialis bedah tumor atau bedah Onkologi Konsultan menambahkan, MRI memiliki kelebihan dibandingkan dengan CT scan. MRI kata dokter Saiful tidak memanfaatkan radiasi untuk mendiagnosa penyakit tetapi memanfaatkan kekuatan magnetic resonansi magic. “Jadi tidak ada radiasinya,” katanya.
Oleh sebab itu, saat dilakukan pemeriksaan menggunakan MRI tidak boleh membawa Ponsel dan benda-benda logam lainnya, karena itu sangat mengganggu dan berbahaya bagi pasien. MRI sangat sensitif pada jaringan lunak. Jika ada kasus atau penyakit yang tidak bisa terlihat pada CT scan misalnya pada tumor-tumor di daerah kanalis spinalis seperti saluran sum-sum tulang belakang akan bisa terdeteksi jika menggunakan MRI.
Meski sudah difungsikan, fasilitas MRI di RS Bahteramas baru menerima layanan umum, sedangkan layanan BPJS Kesehatan masih dilakukan permohonan pembukaan kerja sama. Yang jelas, fasilitas MRI ini memang masuk dalam layanan BPJS. “Sabar saja, Insya Allah pemeriksaan MRI di Rumah Sakit Bahteramas tetap melayani BPJS,” ungkap Saiful.
Sementara itu, Gubernur ASR saat meninjau meninjau langsung fasilitas MRI di RS Bahteramas, Jumat (31/10) lalu menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas MRI ini merupakan salah satu upayanya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Sultra. Orang nomor satu di Bumi Anoa hadir untuk memastikan alat canggih itu sudah terpasang, telah berfungsi dan siap digunakan melayani masyarakat.
Mantan Komandan Korem 143 Halu Oleo ini bilang dengan adanya alat MRI di RS Bahteramas, masyarakat di Sultra tidak perlu lagi jauh-jauh berpergian keluar Sultra untuk memeriksa kesehatan melalui fasilitas MRI. “Kita sudah punya sendiri, saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan ini dengan baik,” kata mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana (kini Kodam XIV Hasanuddin) itu.
Andi Sumangerukka menegaskan, petugas medis di RS Bahtermas akan memberikan pelayanan maksimal. Sebab, sebelum fasilitas MRI ini didatangkan, tenaga medis dari RS Bahtermas sudah diikutkan mengikuti pelatihan di Kemenkes, terkait pengoperasian MRI. ‘Tidak usah khawatir. Insya Allah layanannya lebih baik,” katanya.
Hadirnya fasilitas MRI di RS Bahteramas tidak luput dari perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan. Olehnya itu, Andi Sumangerukka juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Menteri Kesehatan, atas perhatiannya terhadap pelayanan Kesehatan di daerah pimpinannya. (ADV)