La Ode Darwin : Golkar Harus Dapat 9 Kursi DPRD Sultra

Ketua DPD Golkar Sultra terpilih, La Ode Darwin (berjas kuning) terlihat berbisik kepada salah seorang kader Golkar di sela-sela acara Musda Partai Golkar Sultra yang mengukuhkan dirinya sebagai Ketua Golkar Sultra masa bakti 2025-2030

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Usai terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin langsung membuat target tinggi untuk periode kepemimpinannya. Ia ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti di masa lalu. Salah satu yang terpenting adalah memenangkan pemilu legislatif di tingkat provinsi, dan duduk sebagai Ketua DPRD Sultra.

“Target kita di Pemilu nanti, 17 kabupaten kota harus masuk unsur pimpinan, baik itu ketua dprd atau wakil ketua. Tapi khusus DPRD Sultra, minimal kita dapat 9 kursi agar bisa jadi Ketua DPRD,” optimis La Ode Darwin, saat menyampaikan victory speech alias sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua Golkar Sultra, oleh Musda Partai Golkar di Kendari, 2 November 2025. Katanya, target itu mudah dicapai asal kerja-kerja konsolidasi intens dilakukan.

Sebagai informasi, saat ini, Partai Golkar hanya meraih 6 kursi di DPRD Sultra dan cuma bisa duduk sebagai Wakil Ketua. Sedangkan di periode 2019-2024, Golkar punya 7 kursi. “Nah, dimana saja nanti itu 9 kursi bisa kita raih, nanti sama-sama kita petakan dimana yang bisa kita dapat dua atau tiga kursi di satu Dapil. Yang jelas, kita harus menang nanti,” yakin Darwin.

Untuk mencapai target itu, usai pelantikan nanti, ia bakal memaksimalkan semua infrastruktur partai yang ada sampai ke tingkat desa/kelurahan. Menurutnya, kemenangan sulit diraih jika konsolidasi baru dilakukan jelang kontestasi Pemilu. Jadi, di era kepemimpinanya, metode harus diubah. Salah satunya, komposisi Caleg sudah harus disusun minimal dua tahun sebelum Pemilu.

“Yang terpenting lagi adalah kantor. Jangan lagi ada yang sewa-sewa, harus diusahakan bangun sendiri. Nanti kita pikirkan formulanya, tapi kehendak saya menginginkan agar Golkar di seluruh Sultra harus punya kantor permanen,” harapnya. Darwin percaya, aktivitas konsolidasi bakal maksimal jika semua kepengurusan itu punya kantor sendiri, bukan pinjam pakai atau kontrak.

Untuk diketahui, Partai Golkar memang pernah sangat dominan di Sultra. Pascareformasi, Golkar sudah menjadi pimpinan di DPRD Sultra. Di Periode 1999-2004 misalnya, dan 2004-2009 ada Hino Biohanis sebagai Ketua DPRD Sultra. Setelah itu, di periode 2009-2014 ada dua kader Golkar sempat jadi Ketua DPRD. Mereka adalah Sutan Harahap yang karena meninggak dunia, ia kemudian digantikan Rusmen Emba.

Setelahnya, di edisi periode 2014-2019, Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjadi pemenang dan berhak atas kursi Ketua DPRD Sultra dan berlanjut di 2019-2024 dengan satu figur yakni Abdurrahman Shaleh. Di Pemilu 2024, giliran Partai Nasdem yang jadi pemenang. Sementara Golkar di tiga periode itu hanya bisa jadi Wakil Ketua DPRD.(*)