KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Totalitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) mempersiapkan hajatan religi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke 28 berbuah manis. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dibuat takjub atas segala kinerja tuan rumah termasuk kemeriahan yang ditampilkan. Bagi Menag, pagelaran di Kendari memang berlabel STQH, tapi sensasinya setara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
“Alhamdulillah, Sulawesi Tenggara memang luar biasa. Saya hari ini menghadiri acara STQH, tapi rasanya seperti MTQ. Inilah hebatnya Sultra. Mari kita jadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu kita dari berbagai provinsi, bahkan nanti juga akan hadir tamu internasional, termasuk para duta besar,” ucap Nasaruddin Umar, saat memberi sambutan dalam acara Pawai Ta’ruf dari kafilah se Indonesia, sebagai tanda dimulainya penyelenggaran STQH.
Pawai itu sendiri di pusatkan di alun-Alun MTQ, depan Kantor Wali Kota Kendari. Ada parade mobil hias bertema STQH yang ditampilkan para kafilah dari berbagai daerah di Indoenesia. “Terima kasih Sultra atas karena telah menjadi tuan rumah yang baik, yang bisa menghadirkan kemeriahan dan keindahan tersendiri,” tambah mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini.
STQH Nasional ke-XXVIII merupakan ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi para qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari seluruh Indonesia untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an serta hadis. Kegiatan ini mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Membangun Ukhuwah, Menguatkan Keislaman,”.
Ada berbagai cabang lomba seperti seni baca Al-Qur’an, hafalan 1 juz dan tilawah, hafalan 2 juz dan tilawah, hafalan 5 juz dan tilawah, hafalan 10 juz dan tilawah, hafalan 30 juz dan tilawah Al-Qur’an yang akan diselenggarakan pada malam ini di area di Alun-Alun MTQ Kota Kendari.
Sebelum acara resmi dibuka, ribuan peserta dan masyarakat disuguhkan karnaval STQH Nasional yang menampilkan parade budaya bernuansa Islami dari berbagai daerah. Rombongan kafilah dari 38 provinsi berjalan di sepanjang ruas Jalan MTQ dengan mengenakan pakaian adat khas daerah yang dipadukan dengan ornamen kaligrafi dan simbol Al-Qur’an, memperlihatkan keberagaman budaya yang bersatu dalam nilai-nilai keislaman.
Menteri Agama menegaskan bahwa STQH bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga perayaan dan kebersamaan umat Islam Indonesia. “STQH adalah bagian dari upaya kita menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat karakter bangsa, dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bernegara. Dari Sulawesi Tenggara, kita melihat semangat yang luar biasa — semangat untuk membumikan Al-Qur’an dengan cara yang damai, indah, dan menyentuh hati,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan seluruh fasilitas pendukung demi kenyamanan peserta, termasuk penginapan, layanan kesehatan, dan transportasi antar-venue. Ratusan relawan, aparat keamanan, dan petugas kebersihan juga dikerahkan untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib.
Antusiasme masyarakat Kendari tampak luar biasa. Sepanjang jalan utama kota dipenuhi spanduk dan umbul-umbul ucapan selamat datang. Warga berbondong-bondong menyaksikan karnaval dan pembukaan, menjadikan acara ini momentum kebanggaan bersama bagi daerah.
Lomba-lomba akan berlangsung hingga pekan depan, dan masyarakat diimbau untuk turut serta menyemarakkan kegiatan ini dengan menjaga ketertiban, mendukung para peserta, serta mengambil hikmah dari semangat Al-Qur’an yang dihadirkan di bumi anoa Sulawesi Tenggara.(*)
Penulis : Fadhilla