Berebut Restu Bahlil Demi “Beringin Rimbun”

Golkar Sultra sedang bersiap menggelar Musda. Dua kandidat yang dikabarkan bertarung, saling berebut restu DPP Golkar. Foto atas : Saat La Ode Darwin bertemu Ketua Umum DPP, Bahlil Lahadalia. Bawah : Saat Herry Asiku ditemani Bupati Konsel, Irham Kalenggo bertemu Waketum DPP Golkar, Wihaji (tengah). FOTO :KOLASE

 

Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sultra belum dipastikan kapan akan digelar. Tapi dinamika jelang pencarian siapa yang layak memimpin “Beringin Rimbun” sudah lumayan tinggi. Konsolidasi terhadap pemilik suara kian intens. Hanya dua nama yang mencuat sebagai kandidat. La Ode Darwin, kader anyar yang kini jadi Bupati Muna Barat dan Herry Asiku, sang petahana ketua.

Catatan : Abdi Mahatma

Isya belum lama lewat. Waktu makan malam baru saja dimulai, saat satu persatu kader-kader utama Partai Golkar di berbagai kabupaten/kota merapat ke sebuah restoran di kompleks Ruko di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kota Kendari, Rabu (8/10). Rata-rata, mereka adalah Ketua Golkar di daerah. Pemegang suara di forum Musda.

La Ode Darwin, jadi sohibul bait. Bupati Muna Barat ini mengundang para koleganya, sesama kader-kader utama Golkar. Jika para politisi berkumpul, tentu saja namanya silaturahmi politik. Selain menjamu para tetamunya dengan makan malam, topik utama pertemuan itu soal Musda Partai Golkar, sekaligus penyampain resmi La Ode Darwin, yang ingin maju jadi pimpinan Beringin Rimbun di Sultra.

Bupati Muna Barat itu tak sekadar meminta dukungan. Ia juga menyampaikan tentang restu dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia yang sudah ia kantongi. Ia pun secara terbuka meminta dukungan kepada semua Ketua DPD II Golkar di kabupaten/kota, untuk jadi Ketua Golkar Sultra.

“Saya dipanggil Pa Ketum menghadap beliau, 5 Oktober lalu. Ada Pak Muhiddin, Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi menemani. Saya diminta membesarkan Partai Golkar di Sultra. Saya berharap, ini adalah momentum untuk kita semua bersama membesarkan Partai Golkar,” kata La Ode Darwin, seperti dituturkan kembali Muhammad Basri, Sekretaris Golkar Sultra, yang juga ikut dalam pertemuan itu.

Basri bercerita, ada 15 pimpinan Golkar daerah yang hadir, kecuali Bombana dan Konawe Selatan. 13 adalah ketua, dua sekretaris, salah satunya Sekretaris Golkar KOnawe Utara. Di wilayah ini, Plt Ketua Golkarnya adalah putra Herry Asiku. “Mereka semua bulat mendukung Pa Darwin. Kami memang berharap, sebelum Musda, sudah ada kesepakatan jadi tinggal aklamasi di forum,” kisah Basri.

Pertemuan 15 DPD II itu adalah signal kuat bahwa tak ada lagi yang bisa menghalangi langkah La Ode Darwin jadi Ketua Golkar Sultra. Apalagi, beberapa Ormas pendiri dan didirikan diklaim juga sudah mendukung Bupati Muna Barat itu. Tapi informasi lain juga menyebutkan, bahwa Herry Asiku belum menyerah. Ia masih memperjuangkan dirinya, agar kembali memimpin Golkar.

Pekan lalu misalnya, bersama Ketua Golkar Konawe Selatan, Irham Kalenggo yang juga Bupati Konawe Selatan terbang ke Jakarta untuk menemui Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Wihaji yang juga salah seorang menteri di kabinet Merah Putih. Kepada keduanya, Wihaji menyampaikan bahwa hingga saat mereka bertemu, Ketua Umum DPP belum memberikan restu kepada siapapun untuk memimpin Golkar Sultra.

“Pa Herry diyakinkan soal itu. Ia juga dipersilahkan melakukan konsolidasi, jika memang masih berniat menjadi Ketua Golkar Sultra. Tapi Pa Herry bilang, ia memilih menunggu restu DPP, karena tak ingin usahanya justru bertabrakan dengan keinginan DPP. Bahkan, jika memang ada signal, Pa Herry mendorong Pa Irham jadi Ketua Golkar,” kata seorang Ketua Golkar, dua hari lalu di Kendari.

Restu Bahlil inilah yang ditunggu, baik Herry Asiku maupun Irham Kalenggo. Kenapa Irham? Karena secara kader, ia sangat senior dan sudah lama berproses di Golkar. Ia juga seorang bupati, dengan jumlah penduduk dan pemilih sangat tinggi, hanya terpaut sedikit dibawah Kota Kendari. Artinya, jika Irham yang memimpin, hampir dipastikan tradisi dua kursi DPRD Sultra dari Dapil Bombana-Konsel, bisa dikembalikan.

“Tapi lagi-lagi, kami menunggu saja perkembangan. Hanya memang, andai Pa Irham diberi ruang untuk maju, saya yakin banyak pemilik suara yang mau. Apalagi yang sudah lama di Golkar. Dia juga kepala daerah, pemilihnya besar. DPR RI saja, khusus di Konsel bisa dapat satu kursi. Potensi 2 kursi DPR RI Golkar sangat besar,” tambah sang ketua, yang dengan alasan “kenyamanan” memilih tak mau namanya ditulis.

Usai pertemuan dengan Wihaji itulah, Herry Asiku dan Irham pulang ke Sultra dan langsung mengundang para Ketua DPD II Golkar, Minggu (5/10) sore lalu. Suratnya beredar, hanya agak unik karena yang bertanda tangan adalah Ketua Umum dan Wakil Sekretaris. Sedangkan Muhammad Basry, Sekretaris mengaku tak tahu soal undangan itu.

Dalam pertemuan Minggu sore itu, diceritakan bahwa beberapa ketua DPD 2 masih menginginkan agar Herry Asiku kembali tampil. Tapi memang, semuanya punya pertanyaan sama, siapa yang direstui Ketum Bahlil. Kabarnya, ada 9 Ketua DPD 2 yang hadir di acara itu. “Ah, hanya 6 orang menurut yang saya dengar,” bantah Muh Basri.

Sementara itu, Ketua Golkar Bombana, Heryanto yang dihubungi terpisah soal ketidakhadirannya di pertemuan konsolidasi bersama La Ode Darwin, ia mengaku juga diundang bahkan ditelepon Bupati Muna Barat. Sayangnya, ia tak bisa meninggalkan Bombana karena, ia mesti mewakili perusahaan dimana ia bekerja, dalam pertemuan bersama Dinas Tenaga Kerja.

“Iya, saya tidak sempat hadir. Secara prinsip, Golkar Bombana itu ikut perintah DPP. Jadi, dimana restu DPP itu diberikan, kami juga harus tunduk karena ini demi kebesaran Golkar. Yang kami inginkan, semua kesepakatan sudah selesai sebelum masuk arena Musda. Jangan persaingan ini dibawa masuk ke arena. Tradisi Golkar, aklamasi,” kata Heryanto.

Herry Asiku sendiri sudah cukup lama memimpin Partai Golkar. Ia dilantik April 2020, dan harusnya sudah selesai di bulan yang sama tahun ini. Hanya saja, karena tak kunjung digelar Musda, maka kepemimpinanya berlanjut. “Insya Allah Musda Golkar Sultra Oktober ini, yang pasti Musda di Papua dulu baru ke Sultra,” kata Muhammad Basri.

Informasi yang ia peroleh, Ketum Bahlil akan menginap lebih dari satu hari di dua lokasi Musda itu yakni Papua dan Kendari karena dianggap sebagai kampungnya. “Pada intinya, kalau kami semua, sudah bulat mendukung Pa Darwin. Kalau ada klaim yang lain, saya tidak komentari,” tukasnya.

Wajar jika Golkar berdinamika. Ia adalah partai yang tak identik dengan figur tertentu, sehingga semua kader berhak menjadi apapun di partai ini. Khusus di Sultra, Beringin Rimbun termasuk yang paling konsisten prestasinya dari Pemilu ke pemilu, dari Pilkada ke Pilkada. Di DPRD Sultra, selalu ada di unsur pimpinan. DPR RI pasti punya kursi.

Sekarang, tinggal menunggu siapa sebenar-benarnya yang direstui Bahlil Lahadalia. Bila klaim La Ode Darwin benar, maka ia tinggal menunggu waktu Musda sebagai arena pengesahannnya sebagai pewaris urusan Golkar di Sulawesi Tenggara.(*)

#AMR, Penyuka Kopi