BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Ada yang janggal dengan tata kelola birokrasi di Kabupaten Bombana. Jumlah tenaga honorer di daerah itu tidak kunjung menyusut, meski sudah berkali-kali dilaksanakan seleksi penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon PNS. Tahun 2022, data honorer itu 2772. Tapi di September 2025 ini, masih tersisa 2500-an.
Gara-gara ini, Bupati Bombana dikabarkan belum meneken data rencana pengangkatan tenaga paruh waktu yang akan diusulkan Pemda Bombana di Badan Kepegawaian Negara atau BKN. Sementara daerah lain malah sudah diumumkan. “Ini agak janggal, kita sudah berkali-kali seleksi, kenapa jumlah honorer ini bukannya kurang, malah justru bertambah,” kata seorang pejabat di Bombana.
Wajar jika Burhanuddin gusar, sebab ia tahu persis angka honorer ini. Tahun 2022, saat ia masih menjabat sebagai Pj Bupati, jumlah tenaga honorer di daerah itu sebanyak 2.772 orang. Itu berdasarkan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang ditekennya. Lenterasultra menerima soft copi warkat tersebut. Belied dengan nomor 800/2310/2022 yang diteken Burhanuddin, tanggal 28 Oktober 2022.
SPTJM yang memuat jumlah tenaga honorer Bombana ini diperuntukan buat validasi dan pemutakhiran data honorer Pemda Bombana. Di dalam surat tersebut, Burhanuddin merinci jumlah tenaga honorer di wilayahnya. Untuk tenaga honorer kategori 2 (THK-2), jumlahnya sebanyak 737 orang. Sedangkan jumlah pegawai Non-Aparatur Sipil Negara atau ASN sebanyak 2.053 orang. Sehingga jumlah keseluruhan tenaga Non-ASN sebanyak 2.772 orang.
“Data tenaga Non-ASN yang disampaikan dan terlampir disurat ini adalah benar merupakan tenaga Non-ASN yang pada saat ini bekerja di Pemda Bombana,” kata Burhanuddin dalam SPTJM itu. Mantan Pj Bupati Konawe Kepulauan ini menegaskan dirinya siap bertanggungjawabjumlah baik secara administrasi dan hukum terhadap pengisian data dalam sistem pendataan tenaga non ASN dan penggunaan data honorer eks THK-2.
Jumlah tenaga non-ASN sebanyak 2.772 orang sesuai surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) nomor 800/2310/2022 yang diteken Burhanuddin jumlahnya tetap bertahan hingga akhir masa jabatannya sebagai Pj Bupati, 27 Oktober 2023 lalu.
Angka itu kemudian berkurang di era Edy Suharmanto menjadi Pj Bupati Bombana. Dari 2.772 jumlahnya, berkurang sebanyak 751 orang. Artinya, sisa tenaga non-ASN Bombana di era Edy Suharmanto tersisa 2.021 orang. Pengurangan jumlah tenaga honorer atau tenaga non-ASN Pemda Bombana juga disampaikan Edy Suharmanto dalam laporan kinerja pertanggungjawaban triwulan pertama sebagai Pj Bupati Bombana di Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri, Rabu, 6 Maret 2024 lalu.
Saat itu, Lenterasultra.com ikut meliput di Kemendagri. Soft file laporan kinerja triwulan pertama Pj Bupati Edy Suharmanto juga diterima lenterasultra. Data jumlah honorer atau tenaga non ASN masuk dalam sub aspek pemerintahan yang dilaporkan Pj Bupati Edy. Dari data yang disampaikan di Kemendagri, jumlah honorer Bombana hingga awal tahun 2024 tersisa 2.021 orang.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Edy memaparkan proyeksi penyelesaian tenaga honorernya yang tersisa. Caranya, 902 orang akan dibukakan formasi melalui seleksi PPPK tahun 2024. Sementara sisa hasil seleksi sebanyak 1.119 orang tenaga honorer akan dituntaskan melalui PPPK paruh waktu, tenaga outsoursing OPD Pemda, MoU Pemda dan perusahaan serta tenaga Kesehatan BLUD. Berdasarkan gagasan itu, harusnya semua urusan honorer telah terselesaikan.
Nah, di tahun 2024, Pemkab Bombana menjadi salah satu daerah yang menerima calon PPPK. Jumlah formasinya sesuai dengan usulan yakni 902 orang. Pendaftarnya saat itu sebanyak 1.613 orang dan masuk dalam seleksi PPPK tahap 1. Begitu tahapan ujian selesai, calon PPPK yang lulus seleksi sebanyak 776 orang, sementara 837 orang tidak lulus. Ini artinya, kursi PPPK Bombana tahun 2024 sebanyak 902 orang tidak semua terisi dan tersisa kuota sebanyak 126 orang.
Dengan terakomodirnya tenaga non ASN sebagai PPPK di tahap 1, jumlah tenaga tenaga non ASN Bombana semestinya sudah berkurang. Dari 2.021 jumlahnya dikurangi yang lulus PPPK tahap 1 sebanyak 776 orang makan tenaga non ASN Bombana tersisa 1.245 orang. Uniknya, jumlah ini belakang malah terlihat bertambah.
Saat pendaftaran seleksi PPPK tahap 2 dibuka, Desember 2024 lalu, yang mendaftar masih mencapai 1.759 orang. Padahal, angka idealnya hanya 1.245. Jumlah ini yang berhak berebut kekurangan sisa kuota yang tersisa sebanyak 126 kursi. Itu artinya, ada tambahan-entah lewat jalur apa-sebanyak 514 orang.
“Sisa formasi untuk tahap 2 jumlah 126. Sementara pendaftar sampai 1.759 orang,” kata Deddy Van Alfa Slamet, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia, Bombana melalui aplikasi pesan WhatsAppnya, 14 Agustus 2025 lalu. Lenterasultra sudah menghubungi Deddy Van Alfa Slamet terkait hal ini, namun sampai berita ini tayang, Kepala BKPSDM belum memberikan komentarnya.
Namun sumber di Pemkab Bombana menyebutkan, jumlah tenaga non ASN Bombana yang akan diusulkan menjadi PPPK paruh waktu sekitar 2.500 orang. Rinciannya, 980 orang masuk prioritas dengan kategori R2 dan R3 sementara non prioritas (R4) sebanyak 1.529 orang
Inilah uniknya, karena di Desember saja sudah bertambah 500 orang, di September ini malah bengkak lagi sampai 2 ribuan. Padahal harusnya tinggal 1200 an orang. “Harus dirapikan dulu ini data. 2022 sisa 2700, 2025 masih 2050 orang. Padahal sudah berapa kali mi seleksi dan banyak yang lulus,” imbuh pejabat tersebut.(*)
Penulis : Adhi