TIRAWUTA, LENTERASULTRA.COM-Suasana duka masih menyelimuti keluarga MZA, seorang bocah perempuan yang Jumat pagi tadi direnggut paksa nyawanya dengan cara sadis oleh seorang remaja tanggung bernama RH, di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Polisi masih memeriksa intensif tersangka, termasuk memastikan motif pelaku menghabisi nyawa anak tak berdosa itu. Fakta-fakta tentang RH pun terungkap satu persatu.
Salah satu yang menarik adalah RH ternyata bukanlah seorang remaja yang hidup dan besar di Koltim. Selama ini, RH bermukim di Provinsi Maluku, dan baru 8 bulan terakhir datang di Koltim, tinggal bersama ayahnya di Desa Wundubite, Kecamatan Poli-polia. “Selama ini, setelah saya bercari, anak itu tinggal bersama ibunya di Maluku,” aku Burhanuddin, ayah RH saat diperiksa di Mapolres Kolaka Timur, Jumat usai peristiwa.
Burhanuddin bercerita, ia sama sekali tidak menduga anaknya bisa melakukan tindakan sekeji itu. Ia juga tak pernah tahu bila anaknya memiliki masalah. Yang jelas, Jumat pagi, seperti biasa, RH menjalankan rutinitas mencari pakan buat ternak kambing peliharaan mereka dan kembali ke rumah dalam kondisi biasa ke rumah tanpa ekspresi ketakutan atau terlihat seperti seseoran yang baru saja melakukan tindak kejahatan.
“Saya baru tahu ada yang baru terjadi, dan itu dilakukan anak saya setelah aparat desa Wundubite bersama anggota kepolisian menjemput anak saya di rumah dan mencerikanja RH baru saja menghabisi nyawa MZA,” tutur Burhanuddin, dengan wajah sedih. Ia mengaku selama ini anaknya tidak menunjukan prilaku mencurigakan layaknya anak dengan gangguan jiwa.
Burhanuddin mengaku RH baru tinggal bersamanya selama kurang lebih 8 bulan terakhir. Sebelumnya, ia tinggal bersama ibu kandungnya di Maluku, pasca orang tuanya bercerai. Ia sama sekali tidak menyangka, anaknya berani melakukan perbuatan keji dengan membunuh orang lain, dengan cara sadis pula.
Kehidupan Burhanuddin sendiri terbilang memprihatinkan. Selama ini, ia dan anaknya hidup menumpang dan membangun gubuk seadanya pada tanah kas desa Wundubite. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, ia bekerja serabutan sembari menanam sawit pada lahan warga lain dengan sistem bagi hasil. Pasca peristiwa tersebut rumahnya kini rata dengan tanah setelah di hancurkan dan dibakar masa.
Burhanuddin mengatakan berdasarkan pengakuan anaknya mengaku jika ia menaruh dendam pada korban yang kerap mengejeknya. Akhirnya, Jumat pagi, saat RH tengah mengambil makanan ternak kambing, ia melihat MZA yang hendak pergi mengaji. Ia lantas melampiaskan dendamnya dengan menarik korban dari atas sepeda listriknya kemudian menyeret ke areal perkebunan kakao tak jauh dari jalan lantas menggorok korban hingga tewas.(rik)