Elnusa Petrofin Siagakan 7.636 AMT dan 2.181 Mobil Tangki

6

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – PT Elnusa Petrofin (EPN) punya kontribusi nyata saat menyambut natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026 lalu. Selama pelaksanaan Nataru Pertamina 13 November 2025 sampai 11 Januari 2026, anak usaha PT Elnusa (Tbk) ini menyiagakan 7.636 awak mobil tangki (AMT) dan 2.181 mobil tangki di seluruh Indonesia.  Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional yang dicanangkan Pertamina, Elnusa Petrofin mengerahkan seluruh sumber daya terbaiknya dan memastikan bahwa proses distribusi energi berlangsung aman, lancer dan tepat waktu sehingga kebutuhan Masyarakat dapat terpenuhi.

Penguatan SDM: 7.636 Awak Mobil Tangki Disiagakan di Seluruh Indonesia

Untuk menjaga keandalan operasi di tengah lonjakan kebutuhan serta risiko cuaca ekstrem, Elnusa Petrofin menyiagakan 7.636 AMT yang tersebar di seluruh terminal BBM dan titik operasi nasional. Kesiapan ini didukung langkah strategis perusahaan melalui percepatan pemenuhan kebutuhan personel, penutupan kekurangan AMT melalui promosi internal dan redistribusi, hingga rekrutmen terfokus di area operasi kritis.

Kesiapan Armada: 2.181 Mobil Tangki

Dalam aspek armada mobil tangki, Elnusa Petrofin menyiagakan 2.181 unit Mobil Tangki, termasuk penambahan 62 unit baru khusus mendukung Satgas Nataru. Optimalisasi perbaikan armada juga dilakukan melalui mekanik on-site, serta penyiapan unit 225 Mobil Tangki spot charter untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan terutama ketika jalur distribusi berpotensi terganggu oleh cuaca ekstrem atau kepadatan lalu lintas.

Penguatan Monitoring & Kendali Distribusi dengan Teknologi Road Traffic Control (RTC)

Menjawab arahan Pertamina mengenai pentingnya pengawasan intensif selama potensi cuaca ekstrem, Elnusa Petrofin mengaktivasi sistem monitoring nasional yang mencakup, GPS di setiap unit MT, CCTV di setiap unit MT, pemantauan real-time setiap unit MT melalui Road Traffic Control (RTC), 124 Rest Area dan 1 Check Point yang menjaga kebugaran AMT di rute panjang, Implementasi Fuel Safety & Reliability Standard (FSRS) melalui RTC, pergerakan armada dapat dianalisis secara komprehensif — mulai dari rute aman, potensi kemacetan, hingga mitigasi cepat terhadap gangguan akibat cuaca, seperti genangan, longsor, atau delay suplai.

Program Safety Zero Accident & Zero Fraud sebagai Prioritas

Di sisi keselamatan, Elnusa Petrofin menerapkan pendekatan ketat melalui pre-trip inspection, auto-block untuk unit yang tidak layak, pengecekan fit to work, pengaturan jam kerja maksimal, hingga pemeriksaan teknis khusus untuk MT berusia tua. Seluruh langkah ini ditujukan untuk menekan potensi kecelakaan, termasuk yang berisiko meningkat pada kondisi cuaca ekstrem.

Dalam aspek keamanan distribusi, perusahaan memperkuat kontrol melalui inspeksi sarfas, penyegelan MT, penerapan Online Delivery Info (ODI), hingga dukungan pengamanan oleh TNI pada titik-titik tertentu.

Kesiapan Layanan Energi Lintas Moda: Darat, Laut, hingga Udara

Selain menjalankan fungsi logistik BBM darat, Elnusa Petrofin memastikan kesiapan fasilitas energi lain, seperti: 8 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 4 Terminal BBM, 2 Terminal LPG, 1 SPBU, 2 SPPBE Kesiapan ini memungkinkan suplai energi tetap terjaga bagi sektor udara, laut, dan darat—termasuk rute dan wilayah yang kerap terdampak cuaca ekstrem.

Akselerasi Pemulihan Distribusi Energi di wilayah Terdampak

Terkait bencana yang melanda 3 provinsi di Sumatra bagian Utara beberapa waktu lalu, Elnusa Petrofin terus bahu-membahu bersama dengan Pertamina Patra Niaga dan seluruh elemen terkait mengerahkan kekuatan penuh dalam akselerasi pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Dalam operasi tanggap darurat ini, sinergi menjadi kunci untuk menembus keterbatasan akses, menerapkan strategi distribusi energi, serta menjamin keselamatan dan Kesehatan seluruh pekerja di lapangan. Untuk menjamin kualitas istirahat tim gabungan ini, Elnusa Petrofin bersama Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Checkpoint dan Rest Area baru dengan fasilitas lengkap (kasur, AC, logistik) di jalur-jalur vital seperti Dumai–Medan, Medan–Ketambe, dan Lintas Jambi–Dumai.

Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kolaborasi solid dengan seluruh elemen terkait menjadi pondasi utama dalam menghadapi situasi krisis ini. “Kami bergerak dalam satu komando koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan setiap tetes BBM dapat tersalurkan ke masyarakat. Tidak hanya itu, dukungan dari sesama afiliasi seperti PT Patra Logistik juga sangat krusial dalam memperkuat barisan operasional kami. Ini adalah bukti nyata di mana kami saling menopang demi ketahanan energi nasional dankeselamatan rekan-rekan Awak Mobil Tangki (AMT) yang menjadi prioritas utama kami.

Dengan kesiapan terintegrasi mulai dari SDM, armada, fasilitas operasi, sistem pengendalian digital, hingga penguatan HSSE, Elnusa Petrofin menegaskan perannya sebagai garda depan distribusi energi nasional. Di tengah dinamika cuaca ekstrem dan peningkatan mobilitas akhir tahun, perusahaan memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan jaminan ketersediaan energi yang aman dan terpercaya.

“Satgas Nataru Pertamina adalah misi nasional. Kami (Elnusa Petrofin) siap mendukung penuh dan memastikan seluruh personel, armada, fasilitas, serta sistem pengamanan distribusi energi berada dalam kesiapan optimal untuk menjaga ketersediaan energi masyarakat di seluruh Indonesia. Ditengah potensi cuaca ekstrem dan peningkatan mobilitas masyarakat, kami menjaga agar energi tetap mengalir dengan aman, tepat waktu, dan berkesinambungan,” tambah Ferdiansyah.

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU