Gandeng Badan Karantina, ASR Ingin Komoditas Unggulan Sultra Masuk Pasar Internasional

34
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (kanan) bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding. Foto : Dinas Kominfo

KENDARI, LENTERASULTRA.COM- Sulawesi Tenggara kaya akan komoditas unggulan. Mulai dari sektor perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan hingga pertambangan. Banyaknya sektor unggulan yang dimiliki daerah ini menjadi perhatian serius Andi Sumangerukka. Gubernur Sulawesi Tenggara ini menggandeng Badan Karantina Indonesia agar beragam komoditas unggulan Sultra ini masuk di Pasar Internasional.

ASR tidak main-main dengan niatnya itu. Untuk mewujudkan impiannya tersebut, mantan Panglima Kodam VII Wirabuana (kini Kodam XIV Hasanuddin) menemui langsung Kepala Badan Karantina Indonesia di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Kunjungan resminya itu dilakukan guna memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dengan otoritas karantina nasional dalam rangka memacu potensi ekspor daerah.

Kedatangan orang nomor satu di Bumi Anoa tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri bagi lembaga yang menjaga kedaulatan hayati tersebut.

Geburnur Sultra berdiskusi dengan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul kadir Karding

 

Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Gubernur Andi Sumangerukka, yang menyebutkan Gubernur Sultra merupakan kepala daerah pertama yang menyambangi kantornya untuk berkoordinasi secara mendalam sejak dirinya resmi dilantik menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

“Saya menyambut baik kunjungan ini. Perlu saya sampaikan bahwa Bapak Andi Sumangerukka merupakan Gubernur pertama yang berkunjung ke Badan Karantina sejak saya dilantik,” ungkap Abdul Kadir Karding di sela-sela pertemuan.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut berfokus pada penguatan kinerja ekspor Sulawesi Tenggara. Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pihaknya memerlukan fasilitasi dan dukungan teknis dari Badan Karantina untuk memastikan komoditas unggulan Sultra dapat menembus pasar internasional tanpa hambatan administratif maupun teknis.

Merespons hal tersebut, Abdul Kadir Karding mengakui bahwa Sulawesi Tenggara memiliki posisi yang sangat krusial dalam peta perdagangan nasional. Menurutnya, Sultra merupakan pintu perdagangan yang cukup strategis di wilayah timur Indonesia.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka melakukan audiens dengan Kepala Badan dan pegawai Badan Karantina Indonesia

 

“Kita mendukung apa yang menjadi program dari Pak Gubernur. Sultra memiliki potensi besar dan kami siap memberikan pengawalan dari sisi standarisasi karantina,” tegas Kepala Badan Karantina Indonesia tersebut. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas utama Badan Karantina adalah melakukan pengawasan dan perlindungan ketat untuk mencegah masuk atau keluarnya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, serta menjamin keamanan hayati di seluruh wilayah NKRI.

Abdul Kadir Kardin menambahkan, pihaknya terus mendorong akselerasi ekspor-impor agar tidak mengalami hambatan yang berarti, sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui aktivitas perdagangan antar pulau maupun internasional.

Sebagai langkah konkret, pihak Badan Karantina berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas karantina di pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di Sulawesi Tenggara. Optimalisasi fasilitas ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu dan mempermudah para pelaku usaha dalam mengurus dokumen kelayakan komoditas.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Abdul Kadir Karding berencana melakukan kunjungan balasan ke Sulawesi Tenggara dalam waktu dekat. Agenda utamanya adalah menghadiri pelepasan ekspor perdana sejumlah komoditas unggulan asal Kabupaten Konawe Selatan.

Rencananya, akan dilakukan pelepasan ekspor tepung tapioka sebanyak 900 ton dengan nilai mencapai Rp 7,2 miliar dengan tujuan pasar Tiongkok. Selain itu, Sultra juga akan mengirimkan minyak kelapa sebanyak 16 ton senilai Rp 723,69 juta ke Malaysia. (Adv)

 

 

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.