Gara-gara PT Almharig, Instalasi Air Bersih di Kabaena Rusak Parah

KENDARI, LENTERASULTRA.COM-Masalah demi masalah terus saja ditimbulkan PT Almharig, sebuah perusahaan pertambangan nikel di Pulau Kabaena. Belum juga beres urusan penyerobotan lahan warga di Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, kali ini muncul lagi masalah baru. Kawasan konsensi milik perusahaan ini di Dusun Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena longsor dan merusak instalasi air bersih yang melayani beberapa desa di tiga kecamatan di pulau itu. Krisis air bersih kini menghantui sebagian penduduk Kabaena.
Longsor itu sendiri terjadi Senin (6/4) malam lalu. Akibatnya, ribuan kubik tanah bercampur bebatuan menghantam instalasi pipa air bersih dan menimbunnya. Pipa besi itu rusak dan air meluber kemana-mana. Ironisnya, meski jadi penyebab kerusakan, PT Almharig tak bertanggungjawab membenahi. Warga terpaksa meminta pemerintah turun tangan. Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani terpaksa meninggalkan kantornya di Rumbia, berlayar menuju Pulau Kabaena, demi melihat dari dekat krisis tersebut.
“Saya ini dari pagi (Rabu), di lokasi. Ini alat berat yang keruk longsoran bekerja sampai sore, tapi belum bisa mengangkat semua material longsor agar kami bisa membenahi pipa yang rusak. Perkiraan saya ini, timbunan tebalnya sampai empat meter,” kata Ahmad Yani, Wakil Bupati Bombana dalam video yang dikirimkannya kepada lenterasultra.com, Rabu (8/4) tengah malam. Menurutnya, kondisi tersebut butuh penanganan serius agar instalasi pipa air bisa berfungsi kembali.
Untuk diketahui, instalasi air bersih yang dirusak oleh material longsor PT Almharig ini melayani setidaknya delapan desa/kelurahan di tiga kecamatan mulai dari Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat hingga Kabaena Utara. “Situasi ini amat kami sayangkan, karena tidak segera ditangani. Padahal, banyak warga yang menggantungkan konsumsi airnya dari instalasi ini,” sesal Ahmad Yani.
Mantan Wakil Ketua DPRD Bombana ini berjanji akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang diduga menjadi penyebab longsor tersebut, termasuk aspek perizinan dan lingkungan. “Saya sebagai Wakil Bupati Bombana akan segera memeriksa secara langsung perusahaan ini, kajian lingkungannya, serta AMDAL-nya,” tegasnya.
Prinspinya, kata Yani, pihaknya tidak alergi terhadap aktivitas pertambangan karena memang berkontribusi terhadap pembangunan daerah lewat pajak dan royalty, termasuk menyerap tenaga kerja. Tapi tidak berarti, perusahaan juga abai terhadap kerusakan lingkunganm apalagi sampai merusak instalasi pipa air bersih warga. Makanya, ia mengimbau agar PT Almharig bisa bertanggungjawab teradap kerusakan tersebut.

Sementara itu, Camat Kabaena Agus Salam mengaku sudah berulangkali menyampaikan ke pihak perusahan agar dalam aktivitasnya melakukan mitigasi terhadap potensi kerusakan lingkungan, termasuk longsor yang berakibat pada tertutupnya jalur air dan jalan usaha tani warga. Sebagai perwakilan pemerintah di kecamatan, kewenangannya hanya sampai pada imbauan dan tidak memiliki otoritas dan daya paksa. “Iya, ada longsoran di atas (PT Almharig). Material timbunannya itu merusak instalasi pipa air,” kata Agus Salam.
Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT. Almharig, Yazid Bustami seperti dikutip dari sastranews.id mengaku akan bertanggungjawab atas peristiwa longsor di Dusun Olondoro itu. Katanya, pihaknya sedang persiapan membentuk tim dan akan turunkan alat di lokasi. Sebenarnya, kata Yazid, pihaknya sudah pernah melakukan upaya untuk perbaikan namun pihaknya langsung dihadang warga hingga berbuntut pada keributan. “Bulan maret lalu kita sudah mau turunkan alat namun ada aksi warga menuntut aktivitas kami dihentikan, bahkan ada pemukulan di lokasi, sehingga karyawan kami trauma. Tapi sekarang, apapun yang terjadi mau tidak mau kita tetap turunkan alat,” tambahnya.(abi)
