Empat Jam Mengapung di Laut, Enam ABK KM Setia Kawan Diselamatkan

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM-Enam orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Setia Kawan 01 akhirnya bisa kembali berkumpul bersama keluarganya usai nyawa mereka diselamatkan dari tragedi karamnya kapal tempat mereka bekerja di perairan Poleang, Selasa (24/2) siang. Empat jam lebih mereka terapung, bertarung nyawa sebelum akhirnya pertolongan datang dari nelayan Sikeli, Pulau Kabaena, tempat kapal tersebut selama ini melempar sauh jika tak sedang berlayar.
Enam kru kapal tersebut masing-masing adalah Sukri, berusia 47 tahun yang bertindak sebagai Nakhoda. Lalu ada Musrif, dengan usia serupa yang bertugas sebagai KKM. Dengan Juru Mudinya adalah Fatahuddin. Tiga pria lainnya yakni Sleng, Kahri dan Sirnan adalah ABK. Mereka berhasil diselamatkan oleh nelayan dari Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, daerah asal kapal naas itu.
“Semua ABK nya sudah dievakuasi oleh nelayan dari Sikeli. Nelayan ini tergabung dari group Fishing Kabaena,” kata Fadly penanggungjawab pelabuhan rakyat Kasipute, Bombana. Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana ini bilang, saat ini, seluruh kru kapal sudah dievakuasi menuju pelabuhan Sikeli, Kabaena.
Saat diselamatkan, seluruh kru kapal sementara terapung-apung di laut dengan memakai baju pelampung alias live jacket. Sebelum ditemukan, seluruh ABK juga terlihat menyelamatkan diri dengan berpegang pada pelampung kapal. “Alhamdullillah tidak ada korban jiwa. Semua kru selamat setelah kurang lebih empat jam terombang ambing di laut,” sambungnya.
Namun begitu, kapal yang mereka tumpangi sudah tidak terlihat. Kapal kayu dengan bobot 105 gross ton itu sudah tenggelam di dasar laut bersamaan dengan ribuan tabung elpiji 3 kilogram kosong yang diangkutnya. Menurut Fadly, sebelum tenggelam, KM Setia Kawan rencananya akan menjemput tabung elpiji tiga kilo dari pelabuhan Paria, Boepinang, Kecamatan Poleang. Ribuan tabung gas itu, akan dibawa ke Pulau Kabaena. Namun naas, sebelum sampai di tempat tujuan, KM Setia Kawan menghadapi cuaca buruk di perairan Poleang, hingga salah satu bagian kapal bocor dan tenggelam.(Adhi)
