Ditolak Pansel, Pj Bupati Bombana Undang Job Fit 13 JPTP

466
Penjabat Bupati Bombana Burhanuddin (kiri) bersama Sekda Bombana Man Arfa saat mengikuti penyerahan sertifikat dan plakat atas penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian yang diraih Pemkab Bombana selama 9 tahun berturut-turut. Foto : FB Diskominfos Bombana.

 

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM- Keputusan panitia seleksi (Pansel) menolak melakukan job fit terhadap 13 jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) disikapi Burhanuddin. Penjabat Bupati Bombana ini  memerintahkan Man Arfa, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus ketua Pansel, agar mengundang kelompok 13 (sebutan 13 JPTP yang ditolak job fit oleh Pansel), untuk mengikuti wawancara kesesuaian jabatan atau job fit.

Surat undangan itu, sudah dilayangkan kepada 13 JPTP yang ditolak job fit oleh Pansel bentukan Pj Bupati Bombana, sejak Selasa siang, 24 Januari 2023. Lenterasultra melihat langsung surat undangan tersebut. Warkat dengan nomor 06/JPTP/1/2023 diteken ketua Pansel. Suratnya ada dua halaman. Lembaran pertama memuat waktu pelaksanaan job fit, sementara halaman kedua berisi nama-nama dan jabatan 13 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan mengikuti job fit.

Sesuai warkat tersebut, wawancara kesesuaian jabatan dijadwalkan Rabu, 25 Januari 2023. Waktunya mulai pukul 09.00 sampai selesai. Tempatnya, ruang rapat kantor bupati Bombana. Namun ada yang menarik dari surat tersebut. Undangan job fit  dibuat untuk menindaklanjuti perintah langsung Pj Bupati Bombana tentang uji kompetensi kesesuaian JPTP di lingkup Pemda Bombana. Kalimat ini termaktub dalam alinea pertama, warkat berkop Pansel mutasi JPTP Pemkab Bombana.

Surat undangan job fit ini, juga ditembuskan kepada Pj Bupati Bombana dan Ketua Korsupgah wilayah IV di Kendari. Warkat wawancara kesesuaian jabatan ini dikirim lewat whatsapp oleh pejabat di Pemda Bombana. Surat undangan tersebut kabarnya dikirim melalui jalur pribadi atau japri. Padahal biasanya, berbagai undangan atau koordinasi kegiatan di Pemkab Bombana dikirim melalui grup whatsapp kepala OPD. “Biasanya disebar di grup (grup whatsapp). Tapi undangan ini (undangan job fit) tidak ada di grup,” kata salah satu kepala OPD.

Pantauan lenterasultra.com, sebelum pukul 09.00 wita Rabu kemarin, 13 JPTP yang diundang wawancara sudah berada di kantor Bupati Bombana. Dengan memakai celana hitam dan baju putih, kelompok 13 ini terlihat menunggu proses job fit. Namun hingga pukul 15.00 wita, agenda wawancara kesesuaian jabatan belum terlaksana. “Lagi tunggu Pj Bupati. Beliau lagi perjalanan dari Kendari ke Bombana,” kata salah satu pegawai yang mengurus persiapan job fit saat ditemui di kantor bupati Bombana, Rabu, 24 Januari 2023.

Hingga pukul 15.00 Wita, Pj Bupati Bombana memang belum terlihat di kantor bupati Bombana. Ruang kerjanya terlihat tertutup. Di ruang tunggu juga tidak nampak satu pun protokoler maupun aide de camp (ADC) atau ajudannya. Di teras kantor bupati, juga tidak nampak DT 1 K warna hitam yang menjadi kendaraan dinas atau operasionalnya sehari-hari.

Plt Kepala BKPSDM Bombana, Sunandar

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bombana, Sunandar menampik jika kehadiran 13 JPTP itu untuk mengikuti job fit. “Wawancara,” kata Sunandar di kantor bupati, Rabu siang, 24 Januari 2023. Saat wartawan lenterasultra menanyakan lagi apa 13 JPTP itu mengikuti job fit, aparatur sipil negara (ASN) berlatar belakang dokter ini kembali mempertegas jawabannya. “Wawancara penguatan tupoksi,” sambung Sunandar sambil menuruni anak tangga kantor Bupati Bombana. Ditanya apa Pj Bupati Bombana sudah berada di Bombana, pejabat eselon dua berlatar belakang dokter umum ini menjawab “Belum, masih dijalan”.

13 JPTP yang diundang job fit Rabu kemarin, termasuk dalam kelompok 13. Saat job fit digelar Selasa, 17 Januari 2023 lalu, Pansel bentukan Pj Bupati Bombana menolak melakukan job fit terhadap 13 JPTP ini karena belum cukup setahun menjabat sehingga tidak mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Meski sempat hadir saat job fit pekan lalu, belasan kepala dinas, badan dan staf ahli bupati ini diminta pulang ke kantor masing-masing.

Saat itu, Pansel yang terdiri dari rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Prof Andi Bahrun, Inspektur Daerah Pemprov Sultra, Gusti Pasaruh, Kepala Bappeda Sultra, Robert, dosen Universitas Halu Oleo, Arifin Uta serta Sekda Bombana sekaligus ketua Pansel Man Arfa hanya melakukan job fit terhadap kelompok 21 (21 JPTP) yang mendapat restu dari KASN.

Saat jadwal job fit Rabu kemarin, empat orang Pansel yang dibentuk Pj bupati Bombana dan mendapat rekomendasi dari KASN tidak hadir. Dari pagi sampai sore hari, tidak satu pun diantara keempatnya terlihat di kantor bupati. Belum diketahui pasti apakah mereka akan dilibatkan dalam job fit tahap kedua ini atau tidak. “Informasinya empat Pansel sebelumnya, tidak dilibatkan dalam job fit 13 JPTP ini,” kata sumber di kantor bupati Bombana.

Penulis dan editor : Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU