Warga Kolut Produksi Sampah 21 Ton Perhari, TPA Totallang Mulai Kritis

182
Penanganan sampah. Foto: Istimewa

 

 

LASUSUA, LENTERASULTRA.COM – Volume sampah dari hasil pembuangan masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) setiap harinya mencapai 21 ton perhari. Alhasil, tempat pembuangan akhir (TPA) Totallang yang selama ini digunakan menampung limbah tersebut hampir penuh dan butuh lokasi penampungan baru.

Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pertamanan (P3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolut, Abdul Kahar mengatakan, berdasarkan pencatatan jurnal mereka, sampah dalam kota terbanyak dalam perharinya yang mencapai 18 ton. “Terus meningkat setiap tahunnya. Sampah banyak dibuang antara tanggal 1-15 berkisar 17 ton,” ujarnya, Senin (26/9/2022).q

Problem yang dihadapi DLH selain tempat penampungan yang hampir penuh, kesadaran memilah jenis sampah oleh masyarakat masih rendah. Limbah plastik semisal botol, kaleng dan kardus memiliki nilai ekonomis untuk dijual namun petugasnya harus kerepotan untuk memilah sendiri karena saling bercampur. “Sampah residu (industri) sulit didaur ulang. Tidak bisa langsung dibuang ke TPA. Petugas kami harus memilah-milah semuanya sebelum dibawa ke penampungan,” paparnya.

Ditambahkan Abdul Kahar, sampah plastik semisal kantong kresek juga banyak dibuang warga Kolut. Dalam sepekan mencapai 2 Ton. DLH belum mandiri untuk mengolah jenis ini karena biaya produksi dengan nilai jual tidak bisa menutupi. “Sudah coba sekali buat paving block. Banyak biaya produksinya, kami tidak mampu,” aku Kahar.

-IKLAN-

Jumlah tenaga kebersihan DLH saat ini berjumlah 218 orang. Di sisi lain, tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya termasuk inisiatif untuk memilah jenis limbah masih rendah.

DLH berharap masyarakat mengurangi produk yang menghasilkan sampah residu semisal popok, pembalut, kaca, logam hingga karet karena tidak bisa diolah saat ini. Kalaupun ditunjang faisilitas, butuh bertahun-tahun untuk menanganinya.

Saat ini, penampungan sampah di Zona I TPA Totallang nyaris penuh. Pihaknya sementara mengusul ulang untuk menyiapkan penampungan baru atau zona II.

TPA Totallang memiliki lahan sekitar 2 Ha. Idealnya, penampungan yang dibutuhkan sebanyak 3 zona. Fasilitas yang tersedia saat ini di lokasi tersebut berupa jembatan timbang plus perangkat komputer, elektrik dan sumur bor senilai Rp.1,5 M. Beban puncak sampah dibongkar di TPA bisa mencapai kisaran 24 kubik.

Fasilitas lainnya di TPA berupa Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendeeal Cipta Karya pada 29 Maret 2018 senilai Rp. 3,9 M.

Penulis: Rusli
Editor: Ode

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU