Cabai dan Angkutan Udara Picu Inflasi di Sultra

165
Jasa penerbangan. Foto: Ist.

 

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara menyebutkan pada Bulan Desember 2021, dua kota di Sultra yakni Baubau dan Kendari mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,87. Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan, ada 10 komoditas dengan andil inflasi terbesar di Sultra. Pemicu inflasi terbesar yakni angkutan udara sebesar 0,68 persen. Kemudian cabai rawit 0,09 persen, minyak goreng sebesar 0,06 persen, bahan bakar rumah tangga 0,03 persen, cabai merah 0,02 persen, telur ayam ras 0,02 persen, rokok kretek filter 0,02 persen, semen 0,01 persen, apel 0,01 persen, dan pir sebesar 0,01 persen.

“Sedangkan, 10 komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain ikan layang/ikan benggol sebesar -0,26 persen, ikan kembung/ikan gembung -0,07 persen, ikan teri -0,07 persen, ikan cakalang/ikan sisik -0,06 ersen, ikan selar/ikan tude -0,04 persen, jagung muda -0,04 persen, ikan bendeng -0,03 persen, tarif kendaraan roda 4 online -0,02 persen ikan katanya -0,02 persen, dan ikan rambe sebesar -0,02 persen,

Tingkat inflasi tahun kalender Januari–Desember 2021 dan tingkat inflasi tahun ke tahun Desember 2021 terhadap Desember 2020 masing-masing sebesar 2,59 persen.

“Perkembangan harga untuk kota Kendari pada bulan Desember 2021 ini juga mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dan kota Bau-bau mengalami inflasi sebesar 0,08 persen,” lanjutnya.

Agnes menjelaskan perkembangan tingkat inflasi gabungan dua kota sepanjang tahun 2021 untuk perkembangan harga dalam setiap bulan nya sebagian besar mengalami inflasi atau kenaikan harga kecuali pada bulan Januari dan bulan Oktober yang mengalami deflasi.

-IKLAN-

“Bulan Oktober itu merupakan deflasi terdalam sedangkan bulan Januari itu adalah deflasi yang terendah,” ucapnya.

Kamudian, untuk inflasi tertinggi sepanjang tahun 2021 tercatat pada bulan Mei sebesar 1,13 persen dan terendah pada bulan Februari sebesar 0,03 persen.

Untuk dikwtahui, dari 90 kota IHK di Indonesia, 88 kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Jayapura sebesar 1,91 persen dengan IHK 105,87 dan inflasi terendah tercatat di Pekanbaru sebesar 0,07 persen dengan IHK 106,53.

“Sementara deflasi tertinggi tercatat di Dumai sebesar 0,13 persen dengan IHK 107,70 dan deflasi terendah tercatat di Bukittinggi sebesar 0,04 persen dengan IHK 106,59,” tutupnya.

 

Reporter: Sri Ariani

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU