Ini Alasan Kota Baubau Patut jadi Daftar Tujuan Wisata

301
Fotografer senior, Mario Marcello Kojongian, membawakan materi pada pelatihan penulisan konten dan fotografi pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Sultra. Foto: Ist. 

BAUBAU, LENTERASULTRA.COM – Fotografer senior, Mario Marcello Kojongian mengungkapkan, dirinya telah menggeluti bidang pariwisata sejak tujuh tahun silam. Dari pengalaman tersebut, pemilik usaha wisata tour ini mengaku, Kota Baubau memiliki potensi yang besar terkait kepariwisataan. Hal ini dikarenakan banyaknya tempat wisata yang belum diketahui. Namun hal ini justru membuat tempat-tempat tersebut masih terjaga keasliannya.

“Objek wisata kita itu masih alami dan jarang dikunjungi, itulah yang kita jual,” kata Mario Marcello Kojongian saat membawakan materi pada pelatihan penulisan konten dan fotografi pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sultra di Kota Baubau, Rabu (24/11/2021).

Menurut Mario, wisata Kota Baubau belum seramai tempat wisata terkenal lain seperti Bali, Lombok, dan lainnya, meskipun keindahan alamnya tidak kalah cantiknya. Namun, ia tetap bangga jika mengulik pariwisata yang ada di Kota Baubau.

“Jadi kita bangga dan senang kalau kita berbicara tentang pariwisata di Kota Baubau. Tamu-tamu yang datang kesini biasanya puas. Kalau kita ke sini (wisata alam Kota Baubau) privasinya itu lebih terasa dan itulah yang saya lakukan, itulah promosi wisata kita,” bebernya.

Sebut saja Goa Lakasa, untuk atraksi wisatanya belum ada di tempat lain misalnya stalaktit dan stalagmitnya, belum lagi wisata air di dalamnya. Tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung. Hanya saja, Kota Baubau masih minim pengunjung.

“Berdasarkan pengalaman saya, jalur wisata di Sulawesi itu begini, orang sampai di Makassar, trus ke Tanjung Bira balik ke Makassar, naik ke Toraja, trus ke Poso, trus ke Togean, Gorontalo, trus ke Manado, atau trus ke Jakarta, itu untuk jalur wisatawan asing,” urai Mario.

-IKLAN-

Mario mengatakan pertimbangan wisatawan tidak menjadikan Baubau menjadi list wisata mereka karena untuk sampai di Kota Baubau wisatawan harus mengeluarkan biaya lebih karena perlu melakukan connecting flight yang harganya mahal.

Dari Kota Makassar ke Baubau harus transit di Kendari, begitu juga ke Wakatobi harus lewat Kendari baru naik pesawat lagi ke Wakatobi.

“Jadi  Kota Baubau, Wakatobi, Muna, Kendari itu diluar jalur, dari kekurangan yang dimiliki Kota Baubau kita punya kelebihan itulah yang kita jual,” katanya lagi.

Kedepannya kata Mario, kemungkinan akan ada direct fligt karena saat ini pemerintah sedang melakukan pelebaran bandara di Kota Baubau.

Untuk itu, saat ini promosi wisata Kota Baubau diharapkan terus dilakukan melalui postingan gambar yang dimiliki. Dari hasil fotografi ini dapat dipromosikan dengan berbagai cara yaitu melalui media X-banner, spanduk, brosur, situs website, dan sosial media. 

 

Reporter: Ilma

Editor: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU