Jepang jadi Sasaran Target Ekspor Hasil Laut Indonesia

205

 

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Direktorat  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perindustrian Sulawesi Utara (Sulut) baru saja melepas ekspor produk perikanan dan pertanian sebanyak 15  ton atau  senilai USD90 ribu ke Jepang pada hari Rabu, (10/11/2021).

Pelepasan ekspor dilakukan  dengan memanfaatkan rute penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Bandara Samratulangi, Manado menuju Bandara Narita,  Jepang. Hingga 2022,  melalui bandara ini, ekspor produk pertanian dan perikanan ditargetkan bisa menembus 1.000 ton ke Jepang.

“Pelepasan ekspor ke Jepang ini merupakan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, para pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk upaya memperluas pasar produk-produk unggulan Sulawesi Utara ke pasar global, khususnya  Jepang,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dikutip dari siaran pers Jumat (12/11/2021).

Kementerian Perdagangan berkomitmen  terus meningkatkan ekspor produk potensial  maupun  jasa  melalui  berbagai  kegiatan  promosi, peningkatan  kapasitas  (capacity  building) bagi pelaku usaha ekspor, pengembangan produk, branding, pelatihan ekspor, informasi pasar ekspor, penjajakan bisnis, dan berbagai program lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga surplus neraca perdagangan.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menuturkan,  pelepasan ekspor ini merupakan  bentuk sosialisasi pemanfaatan rute penerbangan langsung maskapai Garuda Indonesia dari Samratulangi ke  bandara Narita di Jepang. Hal ini diharapkan menarik buyers luar negeri untuk melakukan kerjasama bisnis dengan pelaku usaha didaerah sehingga  dapat meningkatkan perekonomian daerah.

“Kami  berharap pelepasan ekspor kali ini juga dapat memperluas penyebaran informasi fasilitas  jalur penerbangan langsung untuk cargo dari Manado ke Jepang.  Sehingga, semakin banyak pelaku usaha yang  dapat memanfaatkannya  dan  berhasil mewujudkan ekspor 1000  ton dari Manado ke Jepang hingga 2022,” imbuh Marolop dikutip dari asiatoday.id.

Pada kesempatan tersebut, lanjut Marolop, Kementerian Perdagangan bersama dengan Japan External Trade  Organization  (JETRO)  sepakat  berkolaborasi untuk  meningkatkan ekspor produk  Indonesia, khususnya perikanan  ke pasar Jepang. Hal itu diwujudkan dengan melaksanakan seminar web (webinar) bagi pelaku usaha dengan tema “Potensi Pasar Produk Perikanan ke Pasar Jepang” di Manado,  Sulawesi Utara, pada Kamis (11/11/2021).

Webinar menghadirkan tenaga ahli dari Jepang Shinpei Sasaki, Direktur Senior JETRO Jakarta Hojo, dan Project Executive JETRO Jakarta Arif.

Marolop mengungkapkan, webinar bertujuan menggali potensi, peluang pasar, hambatan, dan kendala dalam  mengembangkan ekspor produk perikanan, khususnya mendorong ekspor produk perikanan Provinsi Sulawesi Utara ke pasar Jepang.  Sehingga, dapat  terjadi negosiasi dan kontrak  dagang  di kemudian hari yang turut meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia.

Menurut  Marolop, webinar diselenggarakan di Sulawesi Utara karena merupakan salah satu daerah terbaik  penghasil produk ekspor perikanan Indonesia, seperti ikan  tuna, rumput laut, cumi-cumi, udang, ikan hias, dan  lain-lain.

Selain  itu, tidak hanya menjadi hub perdagangan di  wilayah Timur Indonesia, Sulawesi Utara juga mampu mengekspor langsung produk unggulan daerah dari Manado ke Jepang.

“Kami bersama JETRO dalam forum ini ingin berdiskusi terkait kesiapan dalam memenuhi permintaan produk  kelautan dan perikanan dari buyers Jepang. Berdasarkan data ITC Trademap 2020,  Jepang merupakan importir terbesar ke-3 setelah Amerika Serikat dan China dengan nilai impor pada 2020 sebesar 10,5 miliar,”jelas Marolop.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global periode  Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar USD2,46 miliar atau meningkat 4,05 persen dibandingkan periode yang  sama tahun sebelumnya.

Negara tujuan ekspor utama produk perikanan Indonesia  antara lain Amerika Serikat pangsa  37,51 persen,  China (20,79 persen), Jepang (10,71 persen), (Vietnam 3,94 persen), dan Malaysia (3,18 persen). (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU