Indonesia Bangun Markas Komando Tempur di Laut Natuna

2.055

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Indonesia terus meningkatkan kekuatan militer sebagai langkah untuk mengamankan kedaulatan Indonesia dan siap siaga menghadapi ketegangan yang kian menajam di Laut Natuna Utara.

Dalam rangka itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Markas Komando Gugus Tempur Laut Komando Armada I di Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (6/4/2021).

Markas komando yang akan menjadi bagian dari Komando Pelaksana Operasi Tempur di kawasan barat Indonesia, juga nantinya berfungsi sebagai Posko Keamanan Laut Terintegrasi. Pembangunan Markas Komando tersebut juga jadi bagian dari penguatan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna, daerah paling utara di Selat Karimata yang menjadi titik perbatasan antara Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja.

“Mandala (wilayah) Natuna berkarakter maritim sehingga keberadaan Markas Komando Gugus Tempur Laut I di sini diharapkan dapat memperkokoh kemampuan interoperabilitas (kerja sama) kekuatan laut dan udara TNI di domain maritim,” kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dikutip dari asiatoday.id.

Pembangunan Markas itu turut disaksikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono.

Panglima mengapresiasi TNI Angkatan Laut atas keterlibatan-nya membangun berbagai infrastruktur pertahanan di Natuna, salah satu daerah terluar dan terdepan Indonesia.

BACA JUGA:  Pilwawali Kota Kendari Tunggu Surat dari Wali Kota

Natuna merupakan kepulauan yang terdiri dari 272 pulau di wilayah paling utara Selat Karimata, yaitu berada di antara Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Walaupun demikian, secara administratif, Natuna merupakan kabupaten yang berada di bawah naungan Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Panglima TNI, Natuna merupakan wilayah Indonesia yang strategis karena tidak hanya berbatasan langsung dengan Laut China Selatan, tetapi juga jadi pangkalan terdepan bagi TNI untuk memetakan kekuatan angkatan bersenjata Indonesia.

Selain markas tempur, Panglima TNI juga meresmikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Alugoro-405 di Dermaga Selat Lampa. Ia juga mengukuhkan Letkol Laut (P) Ahmad Noer Taufik sebagai komandan pertama KRI Alugoro-405.

Dua Kapal Tempur

Sebelumnya, dua kapal tempur juga diluncurkan di Batam. Dua kapal tersebut merupakan buatan dalam negeri hasil karya PT Palindo Marine. Kedua kapal tersebut diberi nama Kapal Angkatan Laut (KAL) Pandang I-1-72 dan Sarudik I-2-18, yang diresmikan di Halte Slipway PT Palindo Marine, Batam, Senin (5/4/2021).

Penggunaan kedua kapal diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono. Dia menyebut peresmian ini menjadi momentum strategis dan juga bukti bahwa galangan kapal Indonesia bisa menjadi industri strategis di bidang pertahanan negara di laut.

“Pembangunan dua unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 meter yang merupakan bagian integral dari pembangunan kekuatan TNI AL salah satunya perencanaan strategis yang siap menjaga keamanan dan melaksanakan penegakkan hukum di laut, sebagai perwujudan dari tugas prajurit TNI AL yang profesional, modern dan tangguh,” kata Yudo dalam keterangannya, diterima Selasa (6/4/2021).

BACA JUGA:  Kadis Dukcapil Kendari Diperiksa Polisi Terkait Dugaan KTP Palsu WNA Asal Cina

Selain itu, PT Palindo telah mampu melaksanakan tugas sebagai pengembang teknologi industri pertahanan dan pendukung kebijakan industri pertahanan dalam rangka menekan ketergantungan dari luar negeri yakni pengadaan kapal sekaligus mewujudkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

Kehadiran KAL Pandang dan KAL Sarudik diharapkan dapat meningkatkan performa pelaksanaan tugas-tugas TNI AL. Oleh karenanya, KSAL berpesan agar KAL 28 meter agar diawaki oleh SDM yang profesional dan tangguh, sehingga pengoperasian sekaligus perawatan KAL 28 meter dapat berjalan optimal.

Sebagai informasi, dua unit KAL ini memiliki spesifikasi panjang 28 meter, lebar 6,2 meter dengan berat 90 ton. Selain itu, dua kapal ini memiliki kecepatan maksimal 28 knots, kecepatan jelajah 18 knots dengan jumlah ABK 15 orang.

Kapal yang 100 persen buatan Indonesia ini diketahui mampu berlayar dengan ketahanan selama tiga hari. Di samping itu juga dua KAL ini dilengkapi dengan persenjataan 1x meriam kaliber 20 mm dan 2x Mitraliur Kaliber 12.7 mm yang berlayar menggunakan mesin pokok 2x 1.397 kW dan diesel generator 2x 63 kW, 50 Hz, serta 380 VAC. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU