Aksi Mogok Kerja di PT VDNI Berakhir Ricuh, Massa Aksi dan Aparat Saling Lempar Batu

3,192
Aparat keamanan dan pihak perusahaan saat berusaha menghindari batu. Foto: Herlis. 

KONAWE, LENTERASULTRA.COM – Aksi unjuk rasa dan mogok kerja yang dilakukan oleh ratusan karyawan PT VDNI dan PT OSS di Morosi Kabupaten Konawe berakhir ricuh. Massa yang memaksa masuk ke dalam perusahaan, dihadang oleh ratusan aparat keamanan gabungan dari polisi, tentara dan security, Senin (14/12/2020).

Pantauan lapangan yang dilakukan oleh awak Lenterasultra, awalnya aski tersebut berlangsung damai. Bahkan, aparat kepolisian dari Kabupaten Konawe telah berupaya menenangkan massa dan mencoba memediasi kedua belah pihak. Akan tetapi tiba-tiba keduanya saling serang dengan kalimat-kalimat kasar.

“Preman-preman dan humas perusahaan sengaja memancing massa aksi. Padahal tadi Kapolres Konawe sudah memediasi siapa tahu ada solusi tetapi mereka memukul mundur massan aksi,” kata Jendral Lapangan, Ilham Killing.

Saat saling serang terjadi, nampak beberapa orang yang bersiteru mencopot dan merusak sound system yang digunakan massa aksi. Tak terima, mereka pun saling kejar-kejaran dan menghujani aparat dengan batu. Mereka berhasil memukul mundur massa. Namun salah satu dari mereka harus dilarikan ke Puskesmas terdekat karena mengalami luka akibat dikeroyok oleh oknum- yang disebut preman tersebut.

“Mereka ini katanya mau memperjuangkan hak-hak buruh tapi tidak ditahu buruh yang mana. Kita minta datanya supaya kita bawakan di pihak perusahaan tetapi mereka tidak bisa membuktikan data itu,” kata Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto.

Ia juga mengatakan bahwa, jika massa aksi masih nekat untuk melakukan demonstrasi di situasi pandemi Covid-19 ini maka pihaknya bakal membubarkan secara paksa. Sebab mereka telah menciptkan kerumunan dan menjadi potensi adanya klaster baru.

Sampai saat ini, di depan PT VDNI massa kembali melakukan aksi unjuk rasa dan mengancam akan memasang tenda jika tuntutatan mereka tidak dipenuhi. Ratusan personel keamanan diturunkan agar tidak terjadi gerakan tambahan dari massa aksi. (A)

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Editor: Wulan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU