Hasil Swab Belum Keluar, 18 Hari Ditutup, RSUD Bombana Mulai Buka Pelayanan

387

BOMBANA, LENTERASULTRA.COM– Sudah 18 hari rumah sakit umum daerah (RSUD) Bombana ditutup serta  195 tenaga medis, tenaga kesehatan dan petugas administrasi lainnya menjalani test swab. Setelah lebih setengah bulan ditutup karena satu dokter positif Cobid-19 dan hasil swab belum keluar,  mulai Senin (19/10/2020), aktifitas di rumah sakit plat merah itu, akan dibuka dan berjalan normal kembali.

“Termasuk besok Senin,  (19/10/2020), walaupun belum keluar swab kontrol nakes di rumah sakit, rumah sakit sudah kembali buka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Sulawesi Tenggara, dr Sunandar, MM.Kes, kepada wartawan lenterasultra.com, hari ini, Minggu, (18/10/2020). Mantan Direktur RSUD Bombana ini bilang, pembukaan pelayanan  dilakukan setelah melalui berbagai teori dan pertimbangan.

Pertama, masa inkubasi virus Covid-19 sudah lewat. Seluruh pegawai RSUD Bombana sudah lebih 19 hari melakukan karantina mandiri. Kedua seluruh petugas medis, kesehatan dan pegawai yang diswab test, tidak mengalami atau merasakan gejala apapun selama masa karantina mandiri.

“Besok (Senin, 19/10/2020), sudah hari ke-19. Sudah lewat masa inkubasinya,” katanya. Secara teori serta berdasarkan protokol kesehatan revisi kelima, setelah isolasi mandiri dan tidak ada gejala, boleh beraktivitas kembali. “Kami juga sudah berkonsultasi dengan dokter spesilis paru di rumah sakit (RSUD Bombana), pelayanan di rumah sakit sudah bisa dibuka,” sambungnya.

BACA JUGA:  Update Covid-19 di Kendari, Warga Berstatus ODP dan PDP Bertambah

Direktur RSUD Bombana, drg Riswanto menambahkan, hingga Minggu, (18/10/2020), hasil test swab 195 pegawainya, baik dokter, tenaga kesehatan dan tenaga medis lainnya belum diterima. Riswanto mengaku, terlambatnya hasil swab itu, disebabkan mesin alat tes polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Bahteramas Kendari rusak, sehingga sampel swab dikirim di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Belum,” jawab Riswanto saat ditanya apa hasil swab seluruh pegawainya sudah keluar atau belum?. Karena hasil swab belum keluar dan semua pegawainya masuk kategori OTG (orang tanpa gejala), dan sudah lebih dua minggu isolasi mandiri, diapun menyetujui membuka kembali pelayanan. “Kasian juga pelayanan di rumah sakit, kalau ditunggu hasil swab. Apalagi kita sudah konsultasi dengan dokter paru,” sambungnya.

Meski memberanikan diri membuka pelayanan kepada masyarakat, dokter gigi ini memastikan bahwa selama pelayanan nanti, pihaknya akan patuh dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua petugas medis, kesehatan dan petugas lainnya tetap memakai  alat pelindung diri (APD). Penggunaan APD ini, harus sesuai tingkatannya.

BACA JUGA:  Uang Nasabah Hilang Rp13 Juta, BNI Klaim Bertanggung Jawab Penuh

Di poli gigi misalnya, petugasnya harus memakai APD level 3. Sementara untuk petugas di instalasi gawat darurat (IGD) memakai APD level dua. “Kami menyiapkan dua tenda pelayanan Covid-19. Di tempat ini semua petugasnya memakai APD level tiga. Jadi prokes ini, tetap kami prioritaskan sesua protokol kesehatan,” katanya.

Tidak hanya petugas, pihaknya juga tetap melanjutkan penerapan pembatasan kunjungan terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit. Dimana untuk satu pasien rawat jalan, hanya diperbolehkan satu orang yang menjaga. Lebih dari itu, tidak diperbolehkan. Ini juga untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19. Sementara untuk masyarakat yang menjenguk pasien rawat jalan, tetap tidak diperbolehkan. (Ads/adhi)

Penulis : Nuryadi
Editor : Nuryadi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Lenterasultra.com mengajak seluruh pembaca ikut mengkampanyekan protocol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari. Ingat pesan ibu, pakai masker, selalu mencuci tangan dan tetap menjaga jarak.

 

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.