Dampak Pandemi Covid-19, APBD Sultra Tahun Anggaran 2020 Menurun

307
Gubernur Sultra, H. Ali Mazi,S.H, membawakan pidato pengantar nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang Perubahan APBD Sultra tahun anggaran 2020. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun anggaran 2020 mengalami perubahan drastis. Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, saat membawakan pidato pengantar nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD Sultra Tahun Anggaran 2020 mengatakan, bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.

Perubahan pertama, pendapatan asli daerah (PAD) mengalami perubahan dari perkiraan sebelumnya Rp4,432 triliun berubah menjadi Rp4,008 triliun atau berkurang sekitar Rp424,619 milyar atau 9,58 persen. Ia menuturkan, penurunan tersebut telah membawa perubahan besar, khususnya pada penerimaan daerah dari dana transfer.

“Dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan PAD mengalami penurunan yang cukup signifikan dari perkiraan sebelumnya,” ujar Ali Mazi.

BACA JUGA:  Terlilit Tali Lanjar, Satu Warga Bombana Hilang

Komponen kedua yang mengalami perubahan adalah belanja daerah. Secara keseluruhan, belanja daerah mengalami perubahan, yang semula direncanakan sebesar Rp5,757 triliun, berubah menjadi Rp4,785 triliun, berkurang sebesar Rp971,414 milyar atau turun 16,87 persen. Ia menuturkan, perubahan belanja daerah akan diprioritaskan untuk membiayai program yang ditujukan untuk pencapaian target pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Untuk kegiatan non fisik difokuskan untuk penyusunan dokumen perencanaan dan desain, serta kajian lingkungan untuk pembangunan fisik pada tahun 2021, serta tetap memprioritaskan program dan kegiatan percepatan penanganan Covid-19,” ucapnya.

Komponen ke tiga yang mengalami perubahan yaitu pembiayaan daerah. Penerimaan pembiayaan semula direncanakan sebesar Rp1,350 triliun berubah menjadi Rp788,478 milyar, berkurang sebesar Rp561,795 milyar atau turun sebesar 41,61 persen. Penurunan tersebut, bersumber dari penerimaan pinjaman daerah, serta penyertaan modal. Sedangkan pengeluaran pembiayaan juga mengalami penurunan sebesar 57,69 persen.

BACA JUGA:  Lima Penduduk Bombana Positif Covid-19, Empat Diantaranya dari Klaster KM Dorolonda

“Dengan dukungan penuh dari para unsur pimpinan pembahasan perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah kita sepakati bersama. Saya juga berharap agar semua orang wajib mengikuti protokol kesehatan sehingga bencana pandemi Covid-19 yang melanda dan sangat menganggu stabilitas nasional, dapat segera berakhir,” tutupnya. (Ads/Herlis Omputo Sangia)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.