Rusdi, Tukang Parkir yang Tak Kenal Menyerah di Tengah Wabah

560
Rusdi saat bekerja sebagai tukang parkir. Foto: Nurhayatul Islamia.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Tak ada kata menyerah. Itulah prinsip Rusdi, tukang parkir di toko Ade Swalayan yang terkena imbas pandemi Covid-19. Namun di tengah kekurangannya, ia mengaku bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Sepuluh tahun tahun menggantungkan hidupnya dengan menjadi tukang parkir diakui Rusdi menjadi rizki yang tak terkira. Dari sinilah ia bisa  mencukupi kebutuhan keluarganya, meskipun hanya pas-pasan saja.

Namun kini setelah adanya wabah Covid-19 yang  sempat melumpuhkan perekenomian di masyarakat, membuat pendapatannya turun drastis. Karena pelanggan yang berkunjung pun sangat sedikit.

“Sempat sedih saya pas Corona ini, pelanggan sepi sekali, hampir tidak ada pemasukan, itu pun kalau ada hasilnya masih mau dibagi dua lagi di toko, khawatir mau hidupi keluarga bagaimana” ujar Rusdi.

Kendati demikian, di balik kekhawatirannya dia bercerita tetap bersyukur atas nikmat hidup yang masih ia dapatkan hingga kini.

“Saya itu percaya Allah Maha Baik, saya tidak pernah mau gantungkan hidupku apa lagi berkeluh kesah pada manusia, karena sandaran terbaik itu sama Allah, jadi yakin saja ini hanya ujian, kita hanya perlu lewati dan bergantung pada-Nya, saya kira seperti inilah hidup,” terang Rusdi sambil tersenyum melihat pelanggan yang datang.

Selama bekerja, Rusdi pu  tampak tetap menggunakan maskernya sebagai upaya dalam melindungi dirinya. Setelah bekerja dia pun langsung membersihkan tangannya di tempat cuci tangan yang disediakan di depan toko. (Ads/Nurhayatul Islamia).

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU