Bocah 8 Tahun jadi Korban Pencabulan Empat Pelajar

159
Foto: Ilustrasi.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Seorang anak yang masih berusia delapan tahun asal Kecamatan Baruga, Kota Kendari menjadi korban pemerkosaan. Korban diduga diperkosa secara bergilir oleh empat orang pelajar. Bahkan beberapa dari terduga pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Ayah korban, MM menceritakan, awalnya ia mengetahui putrinya menjadi korban lelecehan ssksual saat salah satu teman korban menceritakan kepadanya. Ia pu  kemudian memastikan hal itu kepada anaknya.

Namun sang ayah lebih terkejut, setelah mendengar pengakuan anaknya bahwa salah satu pelaku adalah si pelapor, alias teman korban yang mengadukan pelecehan seksual kepada ayahnya.

Mirisnya, pelaku ini yanh mengajak tiga rekannya yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA untuk menggauli korban.

BACA JUGA:  Ramai Pengunjung, Toko Roxy Konsisten Terapkan 3M Selama untuk Cegah Covid-19

“Waktu saya tanya, mengakunya tiga orang, dua orang sepupunya sendiri F dan I dan satu orang (R) teman mainnya,” ungkap ayah korban saat ditemui, Senin (21/9/2020).

Tak terima dengan perlakuan keempat pelajar ini, keluarga korban kemudian melaporkan keempat terduga pelaku ke Polres Kendari pada 16 September lalu. Kemudian keluarga melakukan visum terhadap korban di Rumah Sakit Bhayangkara.

Hasil visum menunjukkan, bahwa korban dicabuli empat orang, termasuk kerabatnya sendiri.

“Katanya, dia dipaksa berhubungan di rumah neneknya, satu kali di rumah R dan selebihnya di tempatnya ia bermain. Kejadian paling lama itu bulan lalu,” jelas Ayah korban.

BACA JUGA:  Tertimpa Pohon Tumbang, Pengendara Motor di Muna Barat Tewas

Pihak keluarga meminta kepolisian untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Pasalnya, korban sering mengeluh sakit. Bahkan korban juga sering merenung dan menyendiri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Gede Pranata Wiguna, membenarkan terkait laporan dugaan pencabulan terhadap korban. Ia mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres.

“Saat ini penyidik masih menunggu pihak korban untuk dimintai keterangan,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. (B)

Reporter: Laode Ari

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.