11 Mahasiswa Diamankan Dalam Aksi Demontrasi Yusuf-Randi

419
Salah satu mahasiswa saat ditarik masuk ke Mapolda Sultra. Foto: Ist.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Aksi unjuk rasa menuntut tuntas pelaku pembunuhan mahasiswa UHO, Randi dan Yusuf di Mapolda Sultra ricuh. 11 mahasiswa diamankan oleh aparat kepolisian, Sabtu (26/09/2020).

Salah seorang mahasiswa yang diamankan diketahui bernama La Ode Nasrul Arifin dari Jurusan PPKN FKIP UHO. Ia di tangkap oleh aparat kepolisian sekitar pukul 17.50 Wita, saat hendak aksi kejar-kejaran di bundaran Gubernur berlangsung. Tiga polisi menyeret dan membawanya masuk di area Mapolda Sultra.

Mahasiswa yang akrab disapa Adin itu, menggunakan baju dan celana hitam. Ia terus mengeluarkan darah dari mulut dan menangis. Adin sempat meminta tolong kepada beberapa wartawan yang ia temui. Namun tak ada yang bisa dilakukan oleh pers di area tersebut.

BACA JUGA:  Begal Sadis Berhasil Dilumpuhkan Polres Kendari

Selain Adin, polisi tampak menangkap tiga mahasiswa berambut gondrong yang menggunakan baju berwarna hitam. Mereka dipaksa masuk dan ditendang oleh aparat saat hendak dibawa menuju Mapolda Sultra. Tidak diketahui pasti identitasnya, tapi tiga mahasiwa UHO itu tampak pincang saat ditarik masuk.

“Jalan cepat, jangan manja,” ujar salah seorang polisi saat menarik paksa mahasiswa.

Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 11 mahasiswa yang diamankan di Mapolda Sultra. Tujuh diantaranya telah diamankan terlebih dahulu sekitar pukul 15.40 Wita.

BACA JUGA:  Lagi, Satu PDP Reaktif Rapid Test di Sultra Meninggal

Hingga pukul 18.30 Wita, ratusan aparat kepolisian, lima unit water canon, dua mobil ambulance dan tujuh unit kendaraan lainnya terus digiring untuk memukul mundur massa aksi. Mereka yang awalnya berada di depan area Mapolda Sultra kini telah mundur sekitar 500 meter, melewati area perempatan bundaran Kantor Gubernur Sultra.

Puluhan rumah milik warga dan toko-toko disekitaran area demonstran ditutup paksa. Blokade jalan dan pengalihan arus pun dilakukan untuk mencegah adanya korban jiwa. (B)

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Editor: Wulan

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.