Amerika Blacklist 11 Perusahaan China

402

 

Negeri China —ist–

WASHINGTON, LENTERASULTRA.COM – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menambahkan 11 perusahaan China dalam daftar hitam. Perusahaan – perusahaan tersebut dianggap terlibat dalam apa yang disebut oleh Amerika Serikat sebagai pelaku pelanggaran hak asasi manusia sehubungan dengan perlakuan China terhadap Uighur di Xinjiang.

Departemen itu mengatakan perusahaan-perusahaan itu terlibat dalam penggunaan kerja paksa oleh warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya. Perusahaan tersebut beragam mulai dari perusahaan tekstil dan dua perusahaan yang menurut pemerintah sedang melakukan analisis genetik yang digunakan untuk melanjutkan penindasan kaum Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Perusahaan yang masuk daftar hitam tidak dapat membeli komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah AS. Itu adalah kelompok ketiga perusahaan dan institusi di China yang ditambahkan ke daftar hitam AS, setelah Pemerintahan Donald Trump mengutip 37 entitas yang diduga terlibat dalam penindasan China di Xinjiang.

“Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa dan skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya,” kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross melansir CNA sebagaimana dikutip Asiatoday.id, Rabu (22/7/2020).

Kedutaan Besar China di Washington menolak berkomentar. Pada Mei, kementerian luar negeri China mengkritik penambahan daftar hitam perusahaan asal negeri Tirai Bambu itu dengan alasan AS mengganggu urusan dalam negeri China.

Perusahaan-perusahaan yang ditambahkan ke daftar hitam itu termasuk Nanchang O-Film Tech, pemasok untuk iPhone Apple, yang menjamu CEO Apple Tim Cook pada Desember 2017, menurut situs web O-Film. Ini juga merupakan pemasok ke Amazon dan Microsoft, menurut surat kongres April. Perusahaan-perusahaan AS tidak segera berkomentar.

Mereka juga termasuk KTK Group, yang memproduksi lebih dari 2.000 produk yang digunakan untuk membangun kereta berkecepatan tinggi, dari elektronik hingga kursi; dan Tanyuan Technology, yang merakit komposit aluminium komposit konduktif termal tinggi.

Perusahaan lain adalah Changji Esquel Textile Co, yang diluncurkan Esquel Group pada 2009. Esquel Group memproduksi pakaian untuk Ralph Lauren, Tommy Hilfiger dan Hugo Boss. Pada April, pihak Esquel membantah telah menggunakan tenaga kerja paksa di Xinjiang. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU