Tumbuh 20 Persen, Ekspor Perikanan Sektor Ritel Indonesia Makin Cerah

244

 

Udang Vaname. —ist–

SURABAYA, LENTERASULTRA.COM Aktivitas ekspor industri pengolahan ikan Indonesia tumbuh positif.

Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) mencatat ekspor industri pengolahan ikan Indonesia di sektor ritel tumbuh 20 persen di tengah pandemi covid-19. Kenaikan itu karena kebutuhan di segmen tersebut masih tinggi dibanding sektor hotel, restoran, dan kafe.

“Untuk ekspor ke ritel ada kenaikan 20 persen selama pandemi ini. Karena masyarakat di mana pun berada masih butuh makan ikan,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo, melalui keterangan tertulisnya dikutip Asiatoday.id, Senin (8/6/2020).

Hal itu berbeda dengan permintaan ekspor untuk segmen hotel, restoran, dan kafe yang turun drastis sekitar 70 persen.

BACA JUGA:  Seger Agro Nusantara Ekspor 13.500 Ton Jagung ke Filipina

“Sebab, di Indonesia ataupun negara lain banyak restoran yang tutup. Paling hanya melayani delivery service saja. Hotel juga begitu, sangat sepi tidak ada pesta,” jelasnya.

Dikatakan, warga yang selama ini sering makan di restoran, sekarang harus makan di rumah. Pembeliannya bisa melalui supermarket atau daring sehingga tingkat penjualannya meningkat.

Sementara untuk negara tujuan ekspor, Budhi menuturkan masih sama dengan tahun lalu. Belum ada negara baru, seperti data KKP penyumbang terbesar ekspor pengolahan ikan Indonesia tahun 2019 adalah Amerika sekitar 37 persen, disusul China 17 persen, Jepang 13 persen, ASEAN 11 persen, dan Eropa delapan persen.

BACA JUGA:  Produk Kelapa Indonesia Diburu Pasar Global

Selanjutnya, untuk komoditas yang paling banyak diekspor adalah udang sebesar 35 persen. Lalu disusul tuna-tongkol-cakalang 15 persen, cumi-sotong-gurita 11 persen, dan rajungan-kepiting delapan persen.

“Untuk pasar domestik juga sama, penjualan produk olahan perikanan dalam negeri yang ready to cooked dan ready to eat di ritel meningkat sangat pesat,” paparnya.

Sementara itu, mengacu data Kementerian Perindustrian, sampai saat ini ada sekitar 718 unit usaha pengolahan ikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Adapun jumlah produksi sektor pengolahan ikan ini mencapai 1,6 juta ton di 2019. (ATN)

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU