Anggota DPRD Sultra Ikut Aksi Tolak Kedatangan TKA China

286

 

Anggota DPRD Sultra asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sudirman saat berorasi menolak kedatangan TKA China Foto Herlis

KENDARI, LENTERASULTRA.COM– Janji anggota DPRD Sultra, Sudirman mengambil alih tanggungjawab memimpin aksi demo menolak masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) China di Bandara Haluoleo Kendari benar-benar dibuktikan. Langkah politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut diwujudkan setelah Ketua DPRD Sultra H Abdurrahman Saleh batal membuktikan janjinya.

“Kalaupun mereka tetap datang tanggal 23 Juni, sementara Ketua DPRD Sultra tidak bisa memimpin aksi, PKS yang akan ambil alih memimpin demo tesebut,”kata Sudirman Sabtu (20/06/2020).

Abdurrahman Saleh sendiri sebelumnya pernah berucap di hadapan rapat paripurna DPRD Sultra akhir April 2020 akan memimpin langsung aksi demo menolak TKA China jika pemerintah pusat tetap memberi izin masuk ke Sulawesi Tenggara sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Tidak hanya Ketua DPRD Sultra, sejumlah anggota dan pimpinan fraksi ketika itu juga dengan bersemangat mengatakan siap turun bersama-sama menolak kehadiran TKA China. Bahkan diantaranya bersedia memblokir jalur-jalur yang akan dilewati TKA China menuju tempat kerja mereka.

“Saya wakil rakyat. Ketika rakyat memanggil saya, atas nama rakyat, apapun yang menjadi perjuangan mereka akan menjadi perjuangan saya juga,”ujar Sudirman di hadapan ratusan massa aksi di perempatan jalan menuju Bandara Haluoleo Kendari di Kecamatan Ranomeeto.

BACA JUGA:  Gelombang TKA China di Tengah Ambisi Indonesia Merajai Baterai Lithium Global
BACA JUGA:  500 TKA China yang akan Bekerja di Morosi untuk Percepat Progres Pembangunan Smelter

Sudirman yang mengenakan atribut serba hitam mengatakan, alasan Pemprov Sultra mengizinkan 500 TKA China karena investasi dinilai sebagai alasan tidak tepat. Pasalnya, tidak ada transparansi terkait investasi tersebut baik mengenai keahlian TKA maupun konstribusi diberikan ke daerah.

Sebelum mengakhiri orasinya, Sudirman mengajak semua peserta aksi menyayikan lagu berjudul “Darah Juang” ciptaan John Tobing. Lagu tersebut populer ketika terjadi gerakan massa di akhir-akhir pemerintahan rezim Orde Baru.

Reporter: Herlis Omputo Sangia

Komentar Facebook

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU