25 Tenaga Medis di Jakarta Terjangkit Covid-19, 1 Orang Meninggal

430

 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. —ist–

JAKARTA, LENTERASULTRA.COM – Penyebaran wabah coronavirus (Covid-19) di Indonesia belum bisa dibandung dan kini semakin mengkhawatirkan.

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menjadi episenter terbesar wabah ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan, ada 25 petugas medis di Jakarta positif terinfeksi virus corona (Covid-19), satu di antaranya meninggal dunia..

Related Posts

PKS Menang Besar di Dapil Kabaena

Dua Kursi PPP Bombana Hilang di 2024

Menurut Anies seperti dikutip Asia Today.id, kejadian ini harus menjadi perhatian serius seluruh warga Jakarta. Ia pun menekankan pentingnya warga untuk tetap berada di rumah guna mengurangi risiko penularan lebih massif lagi.

“Tenaga medis bekerja siang malam. Saat ini sudah ada yang terpapar, ada 25 tenaga medis yang terkonfirmasi positif Covid-19. Satu meninggal,” terang Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Anies menegaskan, penanganan wabah ini harus dilakukan secara sinergis.

“Ini adalah sebuah wabah yang harus ditangani bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri. Kita komunikasi terus dengan pemerintah pusat dan juga dengan wilayah-wilayah disekitar DKI. Kita membutuhkan semuanya untuk bekerja bersama. Dan ini kalau sudah mencakup urusan social distancing, maka kesadaran tinggi menjadi kata kunci,” imbuhnya.

Sementara itu, secara nasional jumlah kasus corona di Indonesia saat ini mencapai 369 orang. Dari jumlah itu ada 320 orang dirawat, 17 dinyatakan sembuh dan 32 orang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, mayoritas pasien positif corona berasal dari Jakarta. Presiden Joko Widodo bahkan mengungkap Jakarta Selatan sebagai daerah paling rawan virus corona. Pemerintah melakukan rapid test di Jakarta Selatan per hari ini untuk mencegah penularan lebih besar. (ATN)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU