Tidak Ada Anggaran, Jatah Makan Pasien di RSUD Buteng Dihentikan

2,822
Dokter Karyadi, Direktur RSUD Buteng

BUTENG, LENTERASULTRA.COM- Bagi masyarakat atau pasien yang ingin berobat dan membutuhkan rawat inap, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) harusl membawa bekal sendiri dari rumahnya. Penyebabnya,  manajemen rumah sakit plat merah itu, sudah menghentikan sementara pelayanan makan minum dari instalasi gizi.

Keputusan penghentian pelayanan makan minum pasien  di RSUD Buteng mulai diberlakukan Jumat (13/12/2019). Ketetapan itu diwujudkan dengan surat pemberitahuan yang ditandatangani kepala ruangan instalansi gizi RSUD Buteng, Johanis Yaquin, S.Gz.

Dalam surat pemberitahuan penghentian sementara pelayanan gizi itu, Johanis Yaquin mencantumkan empat alasan sehingga pemberian makan minum pasien dihentikan. Pertama, akibat tidak tersedianya bahan masak serta tidak tersedianya dana untuk mengadakan bahan memasak.

Selain itu, alasan lain yang menjadi penyebab dihentikannya makan dan minum pasien di RSUD Buteng adalah tidak adanya petugas juru masak dan pramusaji. Dan penyebab lain yang lebih memiriskan adalah, akibat tidak tersedianya piring khusus untuk pasien.

Surat pemberitahuan penghentian makan dan minum di RSUD Buteng juga ditembuskan kepada kepala RSUD Buteng, melalui kasubag TU setempat, termasuk kepala seksi pelayanan medik dan kepala seksi penunjang pelayanan medik.

Penghentian pemberian makan dan minum ini sudah dirasakan pasien rawat inap di RSUD Buteng. Kepada wartawan media lenterasultra.com, Rf, salah satu pasien rawat inap asal Kabupaten Buteng mengatakan, sejak dia mendapat perawatan di rumah sakit, makan minum selalu selalu dibawah keluarganya dari rumah. “Sudah beberapa hari saya dirawat inap disini. Mulai makan pagi, siang dan malam, selalu dibawakan dari rumah. Tidak tau apa masalahnya,” kata RF kepada wartawan lenterasultra.com, Jumat (13/12/2019).

 Ruang Rawat Inap RSUD Buteng . Foto-Adhi

Direktur RSUD Buteng, dokter Karyadi mengaku baru menerima surat pemberitahuan penghentian makan minum yang diajukan kepala ruangan instalansi gizi. “Barusan masuk diruanganku. Baru juga saya tau permasalahannya itu. Kan selama ini, masalah seperti itu harus selesai ditingkatan kepala seksi, jangan sampai di kepala rumah sakit,” kata Karyadi, saat dihubungi via ponselnya, Jumat (13/12/2019) sekitar pukul 19.30 wita.

Karyadi mengaku telah memanggil dan mengumpulkan seluruh stafnya begitu tahu ada penghentian makan minum di RSUD Buteng. Dari pertemuan itu, diketahui jika penyebab penghentian makan minum itu bukan karena tidak adanya anggaran. Karyadi mengaku, penghentian makan minum disebabkan karena tidak adanya juru masak serta pramusaji. “Juru masak tidak ada yang mau, karena honornya sedikit, sekitar 350 ribu perbulan. Makanya tidak ada yang memasak,” katanya.

Karyadi juga membantah bila penghentian makan minum akibat tidak ada anggaran, bahan memasak dan piring khusus bagi pasien. Menurut kepala RSUD Buteng ini, anggaran makan minum termasuk bahannya masih tersedia. Sementara piring khusus pasien juga sudah disiapkan, hanya saja tidak ada pegawai yang mengumpulkan bekas makan minum pasien.

Karyadi menambahkan, pasca mendapat laporan penghentian makan minum tersebut, dirinya langsung menginstruksikan stafnya untuk segera memberi makan minum kepada pasien rawat inap di RSUD Buteng. “Sore tadi ada tiga pasien rawat inap. Malam ini mungkin ada tambahan satu. Jadi ada empat pasien rawat inap malam ini. Saya sudah instruksikan untuk diberi makan dan minum mulai sore tadi,” ungkap Karyadi, tadi malam.

Penulis : Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU