2020 Sultra Siap Terapkan SPBE, Diskominfo jadi Pusat Data

139

 

PlT Kepala Diskominfo Sultra, Syaifullah. Foto: Istimewa.

KENDARI, LENTERA SULTRA.COM – Sulawesi Tenggara (Sultra) siap menerapkan sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE) pada tahun 2020 mendatang. PlT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Syaifullah mengatakan, hal tersebut sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, yakni meningkatkan konektivitas dan kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat. Hal ini untuk peningkatan daya saing daerah melalui pengembangan dan perbaikan infrastruktur sosial ekonomi.

SPBE tertuang berdasarkan Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018. Guna mewujudkan tata kelola yang bersih, efektif, efisien, transparan dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Agar seluruh pemerintah daerah di provinsi se-Indonesia melaksanakan SPBE, yang notabene berhadapan dengan era revolusi industri 4.0.

Iklan
BACA JUGA:  Anggota TNI dan Keluarga yang Ber-Tik-Tok akan Dikenai Sanksi

“Kita harus membuat konektivitas jalur virtual private network (VPN) yang jalur- jalur khusus data antara OPD. Kita tidak lewat wiFi dan gmail, karena jalurnya data terpusat ke Kominfo sebagai wali data,” kata Syaifullah, Senin (02/12/19).

Dikatakannya, kebutuhan-kebutuhan informasi dari luar negeri, ataupun dari dalam negeri terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengetahui aktivitas OPD.

Syaifullah mengatakan, hingga kini SPBE masih dalam proses berbenah.

BACA JUGA:  Satu Jamaah Haji Kendari Tertinggal di Arab

“Tahun 2020 sudah bisa digunakan,” tambahnya.

Menurutnya, ada 53 OPD di Sultra dan masing-masing OPD tersebut harus memiliki website sendiri. Sedangkan Kominfo yang akan menampung server datanya.

“Tidak bisa jalan VPN IP kalau masing-masing OPD belum memiliki website,” jelasnya.

Ia mengatakan, hingga kini kurang lebih 15 OPD yang sudah memiliki website. Ia berharap semua OPD segera memiliki website sendiri.

“Sekarang kita bangun ada 12 lagi, jadi sudah kurang lebih 27, supaya semua memiliki website sendiri,” tutupnya.

Reporter: Mita Ayu
Editor: Wuu

Komentar Facebook