Pemrov Aceh Sulap Limbah Sawit jadi Gula Merah

28

 

Pemprov Aceh pamerkan gula merah kelapa sawit. Foto: Nanan/Lenterasultra.

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Tak hanya pohon aren atau pohon kelapa yang dimanfaatkan sebagai bahan utama oembiatan gula merah, kini sawit pun bisa menghasilkan gula merah. Namun bukan lagi kuncup bunga yang diambil sarinya, melainkan batang pohonnya yang sudah bisa disulap menjadi gula merah.

Gula sawit ini pun ikut tampil dan terpajang manis, dalam pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Sultra, yang berpusat di alun-alun eks MTQ Kendari. Gula sawit ini digagas oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Iklan

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azzanuddin Kurnia pun menjelaskan cara mengolah batang sawit tua hingga bernilai ekonomis.

BACA JUGA:  ADP Pimpin Apel, Banyak PNS Datang Telat

Batang kelapa sawit yang sudah tua ditebang kemudian dibersihkan pelepahnya sampai nampak umbutnya. Dari pucuknya itulah kemudian akan menetes niranya.
Nira akan ditamping dalam wadah seperti jerken.

Jika sudah terkumpul banyak nira sawit kemudian disaring dan dimasak dalam kuali. Air yang sudah mengental kemudian ditiriskan dalam cetakan tertentu. Setelah itu diamkan hingga mengering, dan jadilah gula merah sesuai dengan yang diinginkan.

Namun gula sawit tidak asal. Harus pohon sawit yang berusainya mencapai 15 hingga 25 tahun baru bisa diolah untuk memproduksi gula merah.

“Yang jelas semakin tua usia dari pohon kelapa sawit, semakin bagus untuk di produksi,” katanya.

BACA JUGA:  Sultra Tuan Rumah MTQ Korpri Nasional

Menurutnya, satu batang kelapa sawit dapat menghasikkan hingga 300 liter nita atau setara 60 kilo gram gula merah.

Harga jual gula rata-rata mencapai Rp17 ribu per kilogramnya. Maka jika petani berhasil memproduksi gula merah 300 kilogram per hari, mereka bisa meraup omzet sampai dengan Rp30 Juta per bulan.

Saat ini, pemasaran gula merah yang dihasilkan oleh petani di Aceh pangsa pasarnya masih seputar daerahnya.

“Kita belum bisa pasarkan ke luar, karena belum memperoleh hak paten packaging,” katanya.

Reporter: Nanan
Editor: Wuu

Komentar Facebook