Arsyad Terima Rekomendasi, Keponakan Bupati Gagal Rebut Kursi Ketua DPRD Bombana

980
Ketua DPW Nasdem Sultra, H. Tony Herbiansyah serahkan SK kepada Ketua DPRD Bombana Terpilih, Arsyad. Jumat (13/9/2019) di Kantor DPW Nasdem Sultra. (NANAN/LENTERASULTRA.COM)

KENDARI, LENTERASULTRA.COM – Perebutan kursi Ketua DPRD Bombana dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) tuntas untuk dibahas. Dewan Pengurus Pusat (DPP) tidak goyah pada keputusannya. Partai besutan Surya Paloh itu, kukuh menetapkan Arsyad, S.Pd sebagai pucuk pimpinan di lembaga legislatif setempat.

Dengan terbitnya keputusan DPP itu, juga menutup peluang bagi Khusnul Fuadi, keponakan Bupati Bombana H. Tafdil serta Kal Asyar, dua nama lain, yang diusung untuk merebut kursi ketua DPRD Bombana. Legalitas penunjukan Arsyad sebagai ketua DPRD Bombana, sudah diterima anggota DPRD Bombana periode 2014-2019 di Kantor DPW (Dewan Perwakilan Wilayah) NasDem Sultra, Jumat, (13/9/2019).

Surat sakti yang diteken Ketua Umum DPP Nasdem, Surya Paloh dan Sekjennya Johnny G Palate diserahkan Ketua DPW Nasdem Sultra, Tonny Herbiansyah usai menggelar rapat pleno di kantornya, di bilangan jalan By Pass, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ketua DPD Nasdem Bombana, Arsyad menerima SK dari Ketua DPRD dari Ketua DPW Nasdem Sultra Toni Herbiansyah. (NANAN/LENTERASULTRA.COM)

Saat ditemui di Kantor DPW Nasdem Sultra usai penyerahan SK, Arsyad mengaku sangat bersyukur atas mandat yang dipercayakan kepadanya. Ia berjanji akan mengemban tugas sebagai wakil rakyat dengan baik.

Sebagai putra derah Bombana, Politisi NasDem siap mengawal aspirasi masyarakat dan menjaga marwah lembaganya agar berjalan sesuai regulasinya.

Untuk diketahui, Arsyad dalam Pileg 2019 berhasil meraup suara sebanyak 982 di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 meliputi Kecamatan Poleang Timur dan pemekaranya.

Sementara itu, Ketua DPW Nasdem Sultra, H. Tony Herbiansyah mengatakan, penunjukan seseorang untuk menjabat sebagai ketua,  karena mereka menilai mantan sopir itu  memiliki peluang besar.

“Kita tidak asal-asalan menunjuk. Tapi kita lihat kedudukannya di Parpol, yang kemudian didorong untuk jadi ketua,” sambungnya.

Selain itu, yang menjadi pertimbangan lain adalah terkait pengalaman organisasinya. Kemudian terakhir dilihat dari perolehan suaranya.

Reporter: Nanan
Editor: Restu Fadilah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU