Sebelum Membeli, Pastikan Kelayakan Hewan Kurban Lewat Ciri Ini

228

KENDARI, LENTERASULTRA.COM Satu hari lagi, umat muslim akan merayakan Idul Adha 2019. Selain menunaikan ibadah haji, hal yang paling erat kaitannya dengan Idul Adha adalah memotong hewan kurban.

Umat muslim pun ramai-ramai menyisihkan rezekinya untuk membeli hewan kurban. Sebelum membeli, masyarakat perlu memastikan bahwa hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat.

Iklan

Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kendari, Titah mengatakan, hal paling mudah mengenali hewan kurban yang punya kualitas baik dagingnya, adalah melihat fisik hewan tersebut. Jadi sebelum membeli, perlu diteliti terlebih dahulu.

“Secara kasat mata hewan kurban yang sehat bisa kita amati dari bulunya halus dan mengkilat. Sapi yang sehat sudah pasti kelihatan dari bulunya mengkilat. Namun, jika bulunya berdiri diduga sedang sakit atau tidak sehat,” katanya di Kendari, Sabtu, (10/8/2019).

BACA JUGA:  Polda Sultra Sumbang 96 Ekor Sapi Kurban

Selain itu, dapat dilhat dari tingkat nafsu makannya yang besar, cuping hidungnya selalu basah, lincah, feses normal, dan matanya jernih.

Ia juga menjelaskan, biasanya penyakit pada hewan ternak yang banyak ditemukan yaitu helminthiasis atau cacingan. Salah satunya cacing hati atau distomatosis. Gejalanya, bulu berdiri, bulunya berwarna kusam, anemia dan pada kondisi kronis ditemukan adanya edema di rahang bawah.

BACA JUGA:  Pemotongan di RPH Kendari Meningkat Dua Kali Lipat pada H-1 Lebaran

Kendati, ditemukan cacing pada hati hewan kurban, tapi dagingnya masih tetap aman dan layak untuk dikonsumsi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan tersebut.

“Kalau hatinya yang terkena cacing atau bagian yang rusak itu dipotong dan disingkirkan langsung kemudian dikubur. Tapi tak perlu khawatir dagingnya masih tetap aman dikonsumsi,” jelasnya.

Terakhir, ia juga mengimbau kepada masyarakat jadi sebelum memilih hewan ternak perhatikan kesehatannya. “Pokoknya kita ingin semua hewan kurban harus ASUH (aman, sehat, utuh dan halal),” tutupnya.

Reporter: Nanan
Editor: Restu Fadilah
Komentar Facebook