Jalan Diperlebar, Kuburan di Jalur Lombe-Lakapera Rusak Digusur

1,500

 

Salah satu kuburan yang masih utuh di kampung lama Watulea, Kecamatan Gu.  Akibat proyek pelebaran jalan di jalur Lakapera Lombe, pihak keluarga memilih membongkar makam orang tuan dan keluarganya untuk dipindahkan di pemakaman keluarga. Foto: Adhi.

BUTENG, LENTERASULTRA.COM – Pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Buton Tengah meninggalkan masalah. Proyek pemeliharaan jalan di jalur Lombe-Lakapera itu, tidak hanya menyebabkan lahan masyarakat diambil buat jalan, namun sejumlah kuburan penduduk juga rusak dan rata dengan tanah akibat digusur dengan alat berat.

Lokasi kuburan penduduk yang rusak akibat dampak pelebaran jalan terletak di Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu. Makam warga yang rusak tersebar di beberapa titik mulai dari simpang tiga Desa Metere. Kondisi kuburan sangat memiriskan, selain sudah rata dengan tanah, beberapa batu nisan juga terlihat patah dan bergeser dari lokasi semula. Dari sekian banyak kuburan,  satu-satunya makam yang terselamatkan adalah milik keluarga alamarhum Lamadani Andi.

Belum diidentifikasi pasti berapa jumlah kuburan yang rusak dan rata dengan tanah, akibat proyek senilai 500 juta rupiah tersebut. Namun sejumlah warga mengaku, jika makam di lintasan yang dilalui proyek swakelola Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat Buton Tengah itu diprediksi bisa mencapai puluhan hingga seratusan makam.

“Mina amandeanea sea kabahino, maka’a nobahi okobuhu neini. Kampo lama we inia kohanomo (Saya tidak tau berapa banyak, tapi banyak kuburan disini. Kampung lama disini dulu ini,” kata Wa Lina, salah satu warga Watulea, yang pernah bermukim di Kampung Lama, lokasi pelebaran jalan Lombe-Lakapera.

Related Posts

PKS Menang Besar di Dapil Kabaena

Wanita paruh baya ini mengaku, di jalur yang kini masuk pelebaran jalan dari Dinas PU Buteng merupakan perkampungan penduduk di tahun 50-an silam. Bahkan orang tuanya bersama saudaranya juga menetap di jalur tersebut bertahun-tahun dan turut dimakamkan di dekat simpang tiga Metere.

Sementara La Salimu, saudara Wa Mina mengaku, sejak kecil dia bersama keluarganya bermukim di Kampung Lama, hingga kemudian mereka pindah dan menetap di Lombe, sekitar 5 kilometer dari lokasi Kampung Lama. “Kuburan semua disini, begitu ada pelebaran jalan, hampir semua rusak. Ini batu nisannya sudah patah dan pisah dari makam,” kata La Salimu sembari memegang batu nisan yang sudah lepas dari kuburan awalnya.

Pantauan wartawan lenterasuktra.com Senin (29/7/2019) sekitar pukul 09.30 WITA, sekitar belasan warga tengah memadati lokasi penggusuran di simpang tiga Metera. Bahkan beberapa diantara  penduduk terlihat menggali kuburan peninggalan keluarganya hingga mengamankan beberapa batu nisan yang sudah patah milik keluarganya.

Camat Gu, Kabupaten Buteng, Amir L Hama tidak mengetahui pasti asal muasal kuburan penduduk di Kampung Lama, Watulea. Begitu juga dengan jumlah kuburan warga yang ada di jalur tersebut, Amir bilang, dirinya tidak memiliki data pasti dan mengarahkan wartawan media ini untuk menanyakan kepada bawahannya, Lurah Watulea.

Muksin, Lurah Watulea belum mengetahui ada kuburan yang digusur di Kampung Lama. Dia juga belum bisa memastikan jumlah kuburan yang kini sudah rusak akibat penggusuran. “Saya akan cek ke lapangan. Karena saya belum tahu dan terima laporannya. Yang jelas, kalau penduduk di Kampung Lama itu sudah pindah di Lombe,” ungkap Muksin, saat dikonfirmasi via handphonenya.

Penulis: Adhi

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

BERITA TERBARU